10 Cara Menciptakan Keluarga Yang Harmonis

No comment 5554 views

Menciptakan keluarga yang harmonis tentunya dambaan kita semua…namun tuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah, banyak hal yang dapat menghalangi terciptanya hal tersebut, mulai dari masalah ekonomi, keharmonisan suami isteri itu sendiri dan banyak hal lainnya.

Namun, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mempertahankan keutuhan tersebut, bahkan Anda tetap bisa memiliki keluarga dan lingkungan dalam rumah yang positif jika Anda melakukan beberapa saran berikut. Oh ya, untuk melakukan saran-saran yang ada, Anda tidak perlu berhenti kerja, ini hanya butuh pengaturan waktu yang bijak, dan teladan nyata bagi anak-anak.

1. Selalu berhubungan dengan semua anggota keluarga.

Salah satu hal yang paling penting dalam keutuhan sebuah keluarga adalah adanya perasaan memiliki satu sama lain yang kuat. Anda boleh saja sibuk di meja saat pagi baru menjelang, namun tak ada salahnya jika meluangkan waktu beberapa menit untuk menyapa anak dan suami serta menanyakan jadwal mereka hari itu.

2. Duduk dan makan bersama.

Satu-satunya kesempatan yang mungkin dimiliki oleh keluarga dengan anggota super sibuk untuk bisa berkumpul bersama adalah saat makan malam tiba. Jadi, usahakan agar semua anggota keluarga selalu makan bersama.

Sebuah studi mengatakan bahwa anak-anak yang selalu makan bersama keluarganya memiliki potensi nakal lebih rendah daripada yang tidak. Selain itu, dalam perkembangannya, anak-anak tersebut juga jauh lebih ‘aman’ dari godaan narkoba dan putus sekolah. Duduk dan makan bersama juga bisa membuat tiap anggota lebih saling mengenal satu sama lain.

3. Kembangkan kebaikan dan kemurahan satu sama lain.

Sebagai keluarga yang harmonis, carilah tahu siapa-siapa di antara anggota keluarga atau tetangga yang mungkin membutuhkan pertolongan. Lalu, bekerja samalah untuk memenuhi ‘panggilan bantuan’ tersebut. Ini juga merupakan pelajaran penting agar kelak anak menjadi orang yang memiliki jiwa sosial dan peduli sesama.

4. Jadwalkan liburan keluarga.

Saat hari itu tiba, buat kesepakatan bersama untuk meninggalkan kesibukan masing-masing. Matikan TV, handphone, komputer, atau hal lain yang mengganggu selama sehari, dan gunakan hari itu untuk jalan-jalan, berenang, atau piknik bersama. Kegiatan macam ini akan membuat hubungan satu dengan lain makin erat.

5. Komunikasi, komunikasi, dan komunikasi.

Sediakan waktu khusus tiap harinya, jika memungkinkan, bersama keluarga sehingga Anda dan mereka bisa bercerita tentang kehidupan dan kegiatan masing-masing. Hal ini juga bisa menjadi kesempatan bagi keluarga untuk rapat bersama guna mengatasi berbagai persoalan yang mungkin timbul dalam keluarga.

6. Pergilah ke tempat ibadah bersama-sama.

Tak peduli apa yang menjadi agama dan kepercayaan Anda dan keluarga saat ini, adalah hal yang penting untuk pergi beribadah bersama-sama. Selain bisa memperkuat iman, masing-masing anggota bisa menemukan peranan, tujuan, dan arti hidup dalam keluarga dan masyarakat.

7. Biarkan anak yang memimpin (sesekali).

Anak-anak suka didengar, jadi terkadang biarkan anak yang mengambil keputusan dan orang tua mengikuti, misalnya tentang kegiatan liburan akhir pekan nanti. Selain mendidik anak agar mampu mengambil keputusan, mereka juga bisa mengetahui kemampuan dan batasan mereka dalam menilai sesuatu

8. Buat komitmen untuk bekerja sama dalam rumah.

Membangun mental ‘kita bisa’ lewat pengalaman bekerja sama dalam menyelesaikan sesuatu pasti lebih baik daripada mental individualis dan menyerah. Ingat, keluarga itu adalah sebuah tim.

9. Jaga kesehatan.

Jika orang tua suka makan junk food dan tidak pernah olahraga maka anak akan memiliki kecenderungan yang sama. Jadi, beri teladan pada anak untuk menjalankan pola hidup sehat dan disiplin. Misalnya, menyikat gigi sebelum tidur, memakai helm saat naik motor, mengenakan seat belt, makan sayur, olahraga, bangun pagi, meletakkan barang pada tempatnya, dan lain-lain.

10. Terimalah satu sama lain apa adanya.

Masing-masing anggota keluarga berbeda, tak ada yang sama sekalipun jika mereka kembar. Jadilah orang yang terbuka dengan pemikiran orang lain, sekalipun itu adalah anak-anak Anda sendiri. Dengan demikian, dalam keluarga akan ada sikap saling menghargai yang mampu membawa suasana menyenangkan dalam hidup sehari-hari.

author