3 Sekawan

No comment 909 views
3 Sekawan,5 / 5 ( 1votes )

ada sebuah perguruan yang pamornya sangat-sangat terkenal, perguruan itu didirikan oleh guru, guru yang sangat dermawan, bijaksana. aturan perguruan sangat di jaga dan di hormati murid-muridnya, kedisiplinan sangat diutamakan. perguruan itu mempunyai tiga orang lulusan terbaik, yang mengabdi kepada perguruan. saat sang guru sudah tua, ketua’anya menyebabkan dia sakit-sakitan. hingga guru itu jarang mengajar, hanya memberiintruksi kepada salah satu dari tiga orang yang mengabdi tadi. oleh karena itu, kedisiplinan berkurang dan peraturan sering dilanggar. tak lama kemudian pamor perguruan menurun, karena tiga murid itu saling bersaingan, berambisi menjadi yang terbaik dan akan menjadi pemimpin, setelah sang guru nanti telah tiada. satu sama lain saling menjelekan kepada murid-murid.setiap individu mengajak bergabung dengannya, menjadikan setiap tindakan dinilai salah dari individu lainnya.tak lama guru telah berpindah alam, telah tiada. diwafatkan, ketiga murid itu sangat sedih. datang saudara sang guru, yang juga menjadi guru di perguruan lainnya. tiga anak itu bertanya “siapakah yang pantar menjadi pengganti guru kita?” tanya mereka kepada guru muda itu. tapi jawabannya sangat mencengangkan mereka, “diantara kalian tidak ada yang pantas menjadi pemimpin, mungkin pamor perguruan saudara saya harus berakhir sampai disini”, ujar guru muda. “karena kalian sangat berambisi menjadi pemimpin takutnya setelah saya pilih diantara yang tidak terpilih akan iri” fikir guru muda didalam hati. Ketiganya merenung sedih, meratapi bangunan gedung yang sepi. Kemudian mereka tersenyum dan berbisik agar belajar dari perguruan satu keperguruan lainnya. sepulangnya mereka saling mengajar, dan dirasakannya ilmu semakin bertambah. dan membuka perguruannya. mereka saling percaya satu sama lainnya. pamor perguruan kembali melambung, malah melebihi sebelumnya. Mereka memilih satu yang menjadi pemimpin utama/ketua pemimpin, dan yang lainnya masih menjadi pemimpin. Begitulah cerita inspirasi kali ini. Amanat yang dapat diambil adalah “luangkan waktu untuk merenung, merenungkan kedepan, merenungkan bagaimana baiknya, jangan gegabah, janganutamakan nafsu belaka, salinglahpercaya, saling bertopang bahu. Laksanakan yang ada, laksanakan yang harusdilaksanakan sekarang”.

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

Sumber:rumahpena.com

author