4 Bahaya Dibalik Kelucuan Seekor Kucing Bagi Kesehatan Anak

Anda memiliki kucing di rumah? Kucing memang merupakan salah satu binatang piaraan yang menjadi pilihan banyak masyarakat. Kelucuan dan keimutannya yang dibalut dengan bulu lembut, indah nan menwan menjadi alasan banyak orang mengapa menyukai seekor kucing. Terlebih cara perawatannya juga tergolong cukup mudah dilakukan.

Namun tahukah Anda dibalik kelucuan dan penampilannya yang menggemaskan ternyata seekor kucing menyimpan berbagai ancaman kesehatan untuk buah hati Anda? Yap tanpa banyak disadari ternyata sesuatu yang sangat menyenangkan sekalipn terkadang dapat menjadi sumber malapetaka bagi seeorang. Berikut 4 bahaya kucing bagi kesehatan anak:

kucing

  1. Bulu

Bulu kucing yang sangat lembut memang mejadi daya tarik tersendiri, namun sayangnya bulu – bulu ini sering kali rontok dan menempel dimanan – mana, termasuk di bantal, tempat tidur, maupun pakaian anak. Nah bulu – bulu ini akan sangat berbahaya jika terhirup oleh anak dan masuk ke saluran pernafasan. Pasalnya hal seperti ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan atau pada masyarakat tradisional dikenal dengan istilah “bengek”.

  1. Parasit

Bahaya lain yang sangat mungkin datang dari kucing adalah toksoplasmosis yang disebabkan oleh parasit toxoplasma gandii. Parasit ini umumnya terdapat pada kotoran kucing dan dapat menempel pada bulunya jika kebersihannya tidak terjaga. Hal seperti ini akan sangat berbahaya jika anak memegang atau menggendong kucing kemudian ia makan tanpa cuci tangan. Pasalnya parasit ini dapat dengan mudah terkontaminasi ke tangan anak dan ikut terbawa masuk bersama makanan. Bahaya yang dapat timbul dari masalah ini adalah toksositosis yang dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.

  1. Kuku dan taring

Kuku dan taring kucing yang sangat tajam juga dapat menjadi masalah bagi anak. Ketika pada suatu kesempatan si anak kurang berhati – hati dan terkena cakar atau kuku kucing maka akan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka sobek yang dapat berujung pada infeksi.

  1. Cacing

Sama halnya dengan parasit, cacing keluar dari dalam tubuh kucing melalui kotorannya. Ada dua jenis cacing yang umumnya dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak yaitu jenis cacing tambang dan cacing gelang. Cacing tambang akan dapat dengan mudah menempel masuk dalam lapisan kulit anak ketia si kecil menginjaknya. Infeksi cacing ini dapat menyebabkan garis – garis merah pada permukaan kulit yang terasa gatal atau yang sering disebut dengan creeping eruption . Selanjutnya untuk cacing gelang dapat masuk ke dalam tibuh si kecil bersama makanan ketika ia makan tanpa cuci tangan setelah berintaraksi dengan kucing. Untuk jenis yang kedua ini jauh lebih berbahaya pasalnya telur cacing yang masuk ke tubuh dapat berkembang dengan cepat dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada kasus yang parah hal ini dapat menyebabkan pembengkakan hati dan gangguan sel darah.

author