Anak Dalam Keluarga

No comment 2857 views

Anak dalam keluarga sangatlah penting, Sebab anak adalah titipan tuhan yang wajib kita jaga.banyak yang berpendapat bahwa peran anak didalam sebuah keluarga hanyalah untuk membahagiakan, berbakti  kepada orang tua mereka, dan lain-lain. Memang pendapat itu tidaklah salah namun apakah kita pernah menyadari jika kita selama ini hanyalah menjadi beban didalam keluaga kita sendiri?

Tugas seorang ayah adalah mencari nafkah, menjadi pemimpin yang berwibawa, dan menjadi panutan untuk keluarganya sedangkan tugas seorang ibu adalah  layaknya seorang menejer dalam keluarga yaitu membantu keluarga dalam mengurus pekerjaan rumah dan merawat anaknya.

Peran seorang anak dalam sebuah keluarga menjadi sangat beragam ketika kita melihat perannya dari sudut pandang usia. Ketika kita masih berumur balita, kita tidak memang tidak mempunyai peran apa-apa didalam keluarga karena kita  mempunyai hak untuk diasuh dan dirawat oleh kedua orang tua kita. Menginjak umur remaja sudah sepatutnya kita dapat meringankan beban kedua orang tua kita dengan cara membantu mengurus pekerjaan yang berhubungan dengan pribadi kita seperti mencuci sepatu, mencuci piring, mencuci baju, membereskan kamar kita, dan lain-lain. Menginjak umur dewasa barulah peran kita sebagai anak menjadi bertambah banyak mengingat kita pada umur dewasa telah berkembang menjadi seorang manusia yang dapat hidup mandiri dan tidak lagi membebankan pekerjaan rumah pada kedua orang tua kita.

Namun bila kita melihat peran seorang anak dari sudut pandang sosial, banyak sekali anak-anak yang masih kecil bisa mencari penghasilan mereka sendiri, seperti pada kalangan menengah ke bawah banyak sekali anak-anak yang mengamen di jalan-jalan besar karena mereka ingin membantu keluarganya dalam mecari nafkah. Kemudian dari kalangan menengah ke atas banyak juga anak-anak kecil yang sudah bisa mencari uang mereka sendiri dengan cara bekerja seperti “Baim” yang bekerja sebagai aktor dalam acara-acara televisi.

Jadi sudah seharusnya kita sebagai anak dalam keluarga sudah tahu persis bagaimana dalam mengambil tindakan dan peranan kita didalam keluarga kita sendiri. Jangan sampai kita terlalu menjadi beban atau terlalu tergantung pada keluarga kita sendiri. Karena suatu saat nanti kita akan beranjak dewasa dan terlepas dari tanggung jawab kedua orang tua kita.

Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang berbakti, bersikap yang baik kepada semua orang. Tak lepas dari itu sikap orang tua yang sangat berperan dalam perilaku anak kelak. Berikut Cara Mendidik Anak Dalam Keluarga Agar Kelak Baik dan Berhasil.

1. Harus Disertai Kasih Sayang Anak sudah dapat merasakan apakah ia disayangi, diperhatikan, diterima, dan dihargai atau tidak. Orang tua dapat menunjukkan kasih sayang secara wajar sesuai umur anak. Dengan mencium atau membelai, berkata lembut, hingga anak merasa ia memang disayang. Pencurahan kasih sayang ini harus dilakukan konstan, tulus, dan nyata sehingga anak benar-benar merasakannya.

2. Tanamkan Disiplin yang Membangun Perlu memberlakukan tata tertib yang tidak berkesan serba membatasi. Hal ini akan menjadi pedoman bagi anak, hingga ia mengerti perilaku apa yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Juga mengenalkan anak pada disiplin. Dengan demikian ia diharapkan mampu mengendalikan diri sekaligus melatih tanggung jawab.

3. Luangkan Waktu bagi Kebersamaan Memanfaatkan waktu bersama anak merupakan hal yang sangat penting dalam pengasuhan anak. Dari sini akan tercipta lingkungan dan suasana yang menunjang perkembangan. Orang tua bisa menggunakan waktu tersebut dengan bermain bersama, berbincang-bincang, melatih keterampilan sehari-hari, dan sebagainya.

4. Ajarkan Salah-Benar/Baik-Buruk Hal-hal yang dapat diajarkan adalah nilai-nilai yang berlaku di lingkungan keluarga, masyarakat sekitar dan budaya bangsa. Misalnya, adat istiadat, norma dan nilai yang berlaku. Hal ini sangat diperlukan agar anak mudah menyesuaikan diri dengan orang lain. Mintalah anak berlaku ramah dan jujur serta melarangnya menyakiti orang lain. Selain harus terus-menerus dan konsisten, terangkan kenapa perbuatan menyakiti tidak boleh dilakukan sedangkan sikap ramah diperlukan. Dengan begitu anak tahu kenapa mereka dilarang berbuat sesuatu, serta dapat memahami apa arti salah-benar dan baik-buruk.

5. Kembangkan Sikap Saling Menghargai Sikap saling menghargai dapat dicontohkan. Bila orang tua berbuat salah, jangan segan meminta maaf. Kelak ketika anak berbuat salah, dia pun tak segan meminta maaf. Orang tua yang menghormati anak akan merangsang anak untuk menghargai dan menghormati orang tua maupun siapa saja.

6. Perhatikan dan Dengarkan Pendapat Anak Jika anak punya pendapat, dengarkan dan berikan perhatian tanpa berusaha untuk mempengaruhinya. Bila perlu, kemukakan pendapat dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak. Hal ini akan membuat hubungan orang tua dan anak jadi lebih akrab, hingga anak dapat menyatakan perasaannya. Termasuk perasaan yang baik dan buruk, seperti marah dan tidak senang, tanpa takut kehilangan kasih sayang dari orang tua.

7. Membantu Mengatasi Masalah Anak butuh bimbingan kala menghadapi masalah, namun orang tua jangan sesekali memaksakan pendapatnya. Pahami masalah sesuai sudut pandang anak dan berikan beberapa pendapat serta doronglah anak untuk memilih yang sesuai dengan keadaannya.

8. Melatih Anak Mengenal Diri Sendiri dan Lingkungan Ajaklah anak mengenal dirinya. “Saya ini anak laki-laki” atau “Saya adalah anak perempuan.” Lalu mengenalkan orang lain di lingkungannya, ada ibu, bapak, kakek, nenek, paman dan lainnya. Dengan demikian, semakin lama pengenalan anak kian luas. Anak juga perlu dilatih mengenal emosi dan cara menyalurkan emosi yang baik agar tidak menyakiti dirinya sendiri atau orang lain.

9. Mengembangkan Kemandirian Rangsanglah inisiatif dan berikan kebebasan untuk mengembangkan diri. Beri kesempatan mengerjakan sesuatu menurut keinginan mereka sendiri. Tentu saja asalkan tidak bertentangan dengan norma masyarakat. Untuk memupuk inisiatif anak, beri pujian pada apa yang telah berhasil dilakukan dan bukan malah mencelanya.

10. Memahami Keterbatasan Anak Setiap individu, termasuk anak, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Orang tua hendaknya jangan menuntut melebihi kemampuan anak. Yang tak kalah penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain.

11. Menerapkan Nilai Agama dalam Kehidupan Sehari-hari Nilai-nilai agama perlu diajarkan sejak usia dini sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cara paling baik, beri contoh dan minta anak berlaku sama. Misalnya berdoa sebelum melakukan kegiatan apa pun, memaafkan kesalahan orang lain, mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan dan lain-lain.

Sumber: ruanghati.com

author