Anjing Menggongong Tidak Menggigit

No comment 518 views

Di pagi hari 2010, saya berkesempatan menikmati makan pagi bersama teman di Hotel Renaissance Melaka. Kami melanjutkan bahasan semalam mengenai tidak amannya beberapa wilayah di Malaysia, dari perampokan, penjambretan, dan pencurian. Sebenarnya saya punya banyak cerita tentang betapa bahayanya jalanan di negara Jiran ini, namun tidak sepatah pun keluar dari mulut. Tidak berniat menambah seinci atau bahkan satu sentimeter kekuatiran teman saya ini dengan kisah nyata. Adanya wanita Indonesia yang mengantar ibunya berobat di Melaka terpaksa dirawat setelah jatuh terhempas di aspal karena ada yang menjambret tas tangannya dari atas motor. Beliau malah menghembuskan nafas lebih cepat daripada ibunya yang sakit.

Rupanya temanku sering membaca berita kriminal di Malaysia sehingga rasa kuatir dan cemas terpancar di wajahnya dan terdengar di setiap perkataan mereka. Banyak penjambret motor mengakibatkan yang korban jambret kehilangan uang dan nyawa. Tidak heranlah bila sang suami tetap tidak memperbolehkan kami berjalan kaki menikmati udara malam tahun baru di Melaka. Suami adalah kepala keluarga, maka dari itu kami tidak berbantahan lagi dengannya.

Pagi itu sang suami berkeinginan menyewa mobil van. Dengan alasan kami semua, yang berjumlah enam orang dewasa dan tiga kurcaci cilik tidak terpencar dalam dua mobil. Alasan kedua, tidak perlu parkir mobil. Memang agak ribet mencari parkir di kota Melaka bila sedang musim liburan. Ketiga, agar tidak salah jalan. Menurutnya badan saya boleh tinggal di Melaka namun pikiran saya tidak. Jadi, mana berani mengambil resikotersesat di jalan bersama saya? Yang ada, seorang teman tersesat bersama saya di Kuala lumpur selama tigajam ditambah dengan jalanan macet total disertai hujan lebat. Untung tangki bensin saya isi penuh. Keempat, yang terpenting alasannya adalah keamanan mobil mewahnya yang bernomer plat negeri Singapura. Duh Gusti…Memang barang mewah itu susah jaganya. Lebih susah dan ribet daripada jaga anak kecil.

“Daripada mobil kita yang kena baret dan rusak, lebih baik mobil sewa yang kena baret.”

Kurang lebih begini motonya, yang tak berbeda dengan moto semalam ketika kami hendak jalan kaki keluardari hotel.

“Daripada kita kena baret dan luka karena jalan kaki, lebih baik mobil yang kena baret dan rusak.”

Memang teman yang satu ini amat sangat antik, selalu keluar dengan pernyataan antik. Saya dan sang istri tetap berkeberatan sewa mobil karena tidak masuk akal harga yang ditawarkan oleh penyewa mobil di Melaka. Namun sang suami tak kalah keberatannya bila kami berjalan-jalan dengan mobilnya. Mulailah beliau membahas bagaimana tidak amannya mobil-mobil Singapura di Negara jiran ini. Memang banyak kasus seperti ini di beberapa negara bagian di Malaysia dan tentunya tidak mengherankan bila hal ini juga banyak terjadi di Jakarta. Sebagai info, mereka ini adalah penduduk Jakarta. Jadi seharusnya tidak perlu heran bila kejahatan seperti inibisa saja terjadi di mana-mana.

Sang istri yang tidak tahan lagi dengan segala cerita kejahatan berkata, “Makanya kita harus menarik semua yang baik dan positif ke dalam pikiran kita. Law of attraction ya. Betul gak Ly?”

Uhukkkk!!!!! Serasa tertumbuk perut saya dan asam lambung terdesak keluar. Senyum saya berkembang tak sempurna, alias nyengir kuda akibat penyakit gila saya kambuh. Saya geli sendiri. Secara pribadi saya setuju dan percaya akan law of attraction ini, namun tiba-tiba saya tersedak dan tergelak lagi. Ditambah melihat sang suami yang sudah ingin menjawab pernyataan istrinya.

“Saya setuju dengan law of attraction tapi saya mempunyai jawaban untuk hukum ini juga,” suara saya menahan jawaban dari sang suami.

Ada cerita di mana seekor anjing mengonggong sekeras dan segalak-galaknya ketika seorang lelaki mendekatinya. Reflek yang masih bagus membuat lelaki tersebut lari sekuat-kuatnya. Ia kuatir akan gonggongan anjing galak dan lebih kuatir lagi dengan gigitannya. Tak heran pula bila si anjing turut berlari sekencang-kencangnya mengejar sang lelaki. Yang empunya anjing kaget dan turut berlari sekuat dan sekencang si lelaki dan anjingnya.

“Jangan lari!” teriaknya kepada si lelaki dan anjing.

Si lelaki lari tambah kencang lagi sambil berteriak, “Kenapa tidakkkkkk……..?!”

Sang empunya anjing ngos-ngosan mengejar dan berteriak untuk terakhir kalinya, “Tidakkah kamu tahu ada pepatah yang mengatakan, anjing menggonggong itu tidak menggigit?”

Si lelaki berlari dan berlari. Si anjing mengejar dan mengejarnya.

“Saya tahu pepatah itu tapi apakah si anjing tahu akan pepatah itu?” kata lelaki itu sambil berlari dan berlari tak keruan.

Gubrakkkkkkkk! Kedua teman saya tersedak beneran dan tergelak bersamaan. Hahaha…

Bolehlah kita berpikiran positif. Bolehlah kita berpikiran yang baik-baik. Bolehlah kita berpikiran yang indah-indah. Namun sekeliling kita tidak selamanya berlaku demikian. Sekeliling kita tetap saja berpikiran buruk, berpikiran negatif, berpikiran jorok, berpikiran porno. Lho… Lho… Lho… Makin ditarik makin banyak ya. Buktinya, banyak penjahat, pencopet dan penjambret di mana-mana. Buktinya, teman saya dihipnotis di shopping mallsehingga uang dan perhiasannya ludes. Buktinya, koran penuh akan berita kriminal, berita pembunuhan, berita korupsi hingga berita selingkuh, dari dalam dan luar negeri.

Bagaimana dunia ini mau tentram, damai, sejahtera, penuh sukacita bila masih banyak manusia yang belum bertobat, belum sadar, belum waras atau belum eling akan betapa negatifnya mereka? Bila yang bertobat masih juga dikelilingi oleh penjahat, penagih dadah, penagih sex, dan penagih uang. Bagaimana yang bertobat bisa bertahan dalam pertobatannya? Ayo dipikirkan…

Temanku selalu nyeletuk, “Iman boleh kuat tapi imin tidak lho.” Hihihi….. Iman itu ‘I’-nya satu, sedangkanimin itu ‘I’-nya ada dua. Bila satu dilawan dengan dua, sudah pasti tidak imbang.

Pernahkah terpikir untuk menyebarkan kepada yang negatif-negatif ini akan adanya law of attraction? Penyebaran dalam bentuk perkataan, perbuatan, dan tulisan. Hm… Seperti yang saya lakukan saat ini. Lebih baik memuji diri sendiri karena kebanyakan orang tidak suka memuji, apalagi buat diri saya. Terpikir mengajak banyak orang untuk memiliki otak yang waras, pikiran yang waras. Teringat ketika saya pelayanan berkunjung ke penjara, memang tidak mudah dikelilingi bahkan berbicara dengan mereka yang pernah berdiam di dunia hitam dan gelap. Paling tidak, kita terpikir untuk memulainya dari keluarga sendiri, mengajak keluarga tercinta selalu berpikiran positif setiap hari, setiap detik.

Mari kita berusaha bersama-sama di tahun 2010 ini, seperti cerita di atas baik lelaki maupun si anjing boleh sama-sama tahu akan pepatah yang ada dan sama-sama menyakini akan kebenaran law of attraction. Dengan harapan banyak dari antara mereka boleh jadi orang yang positif. Boleh memulainya dari berpikiran positif dan kemudian berlanjut ke tindakan positif. Tentulah dunia akan jauh lebih aman, damai dan sejahtera.

Oleh: Lily Choo

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author