Apa Arti Keluarga

912 views

Harta yang paling berharga adalah keluarga,

Istana yang paling indah adalah keluarga,
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga,
Mutiara tiada tara adalah keluarga.

***

Jika saya mengatakan bahwa kepentingan keluarga melebihi segala kepentingan, apakah anda setuju? Sebagian dari anda pasti setuju dengan pendapat saya itu. Karena Kehidupan kita di luar rumah berawal dari sebuah keluarga, segala doa dan support datangnya dari keluarga. Keluarga, menurut pandangan Islam, tidak hanya sebagai tempat berkumpulnya suami, istri dan anak. Lebih dari itu, keluarga memiliki fungsi dan peranan yang signifikan dalam menentukan nasib suatu bangsa.

Dalam sebuah keluarga, setiap individu jelas memiliki peran penting, Ibu sudah pasti… dan salah satunya peran seorang ayah. Kita tahu memang waktu seorang ayah untuk keluarga relatif sedikit, karena ayah memiliki peran di luar rumah untuk mencari nafkah. Namun tahukah Anda bahwa Waktu berkualitas yang dihabiskan bersama ayah penting artinya untuk perkembangan si anak di masa depan? bukan berarti peran seorang ibu menjadi tidak penting, tapi disinilah stimulasi anak bisa lebih tereksplorasi dengan lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah.

Kami menemukan bahwa para ayah lebih mendorong anak untuk mengeksplorasi ketimbang ibu. Gaya yang tak terlalu protektif inilah yang mendorong anak untuk berani bereksplorasi. Para anak yang berpikiran mandiri pasti sepakat bahwa mereka akan lebih senang bereksplorasi tanpa adanya pengawasan superketat dari ibunya setiap saat dan setiap waktu, dan hal ini akan menggiringnya ke arah kepuasan pribadi (bahagia). Intinya adalah keseimbangan tanpa perlu overprotektif terhadap anak. Jadi, jangan lupa untuk mendorong suami menyisihkan (bukan menyisakan) waktu untuk anak secara rutin.

Entah para ayah mengerti sejauh ini atau belum, hanya saja saya sebagai istri tentu saya juga mengharapkan hal yang demikian. Kesibukan suami yang terkadang agak menyita waktu, membuat saya dan anak2 harus lebih berlapang dada ketika kehilangan waktu wiken (berkumpul bersama). Yah, lagi2 klisenya “resiko pekerjaan”.

Lalu, bagaimana agar kualitas keluarga dapat menjadi prioritas utama? tentunya itu semua kembali pada diri masing2 orang yaa. saya pribadi sangat mengedepankan keluarga, baik itu terhadap orangtua saya, dan anak2 saya pastinya. Jika ada yg merasa, “yayayaya, dengan memberi nafkah saja sudah bisa meningkatkan kualitas keluarga”, hmmm.. saya rasa kurang tepat. Untuk apa anda berhasil dalam karir, anda mati2an dalam menjalankan tugas tapi dalam keluarga, jiwa anda bahkan hampir muncul-tenggelam tanpa pasti, alias jarang dirasakan kehadirannya.

Belum lagi permasalahan sosial yang akan memacu keharmonisan keluarga, mulai dari saling bersaing dalam karir, mati matian bekerja mengejar karir, perselingkuhan, dan hal hal lainnya. semoga anda tidak perlu mengalami hal demikian yaa. jadikanlah keluarga kita benteng kita dalam melangkah. anda berangkat dan pulang, keluarga lah yang menunggu, keluarga yang selalu mendoakan dan memberi support. jangan pernah sesekali anda menganggap remeh pada keluarga anda.

Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan? Jadi apakah anda telah memahami arti dan peran anda dalam keluarga?

Sumber: kompasiana.com

author