Apa Beda Sikap Tertutup Dan Pikiran Tertutup?

Saya menemukan sebuah pertanyaan, “apakah beda antara sifat tertutup dengan pikiran tertutup ?” Sikap tertutup dan pikiran tertutup tentu berbeda.

Sikap tertutup lebih menuju pada seseorang yang introvert, yaitu seseorang yang merasa lebih nyaman jika sendirian. Orang introvert ini biasanya akan “terkuras” energinya jika berada di antara kerumunan orang banyak. Mereka juga lebih banyak memikirkan apa yang akan mereka bicarakan.

Namun, ini tidak berarti bahwa orang introvert adalah orang yang pemalu. Bedanya, orang introvert tidak merasa nyaman dengan kerumunan orang banyak, sementara pemalu tidak menyukai kerumunan orang karena rasa takut.

Pada umumnya, orang menganggap bahwa introvert yang tertutup tidak bisa menjad ipemimpin atau entrepreneur / pengusaha. Kenyataanya, ada banyak sekali pemimpin dan entrepreneur yang memiliki kepribadian yang cenderung introvert (setiap orang punya dua sifat introvert dan extravert), baik mereka sadar atau tidak.

Misalnya, Anda bisa melihat dalam tulisan “Introvert juga bisa membuat perbedaan” di mana saya mengungkapkan bahwa Barack Obama adalah seorang introvert. Selain Obama, tokoh introvert terkemuka lain adalah Bill Gates, Steven Spielberg, dan Warren Buffet (Anda pasti kenal semuanya, kan?)

Di sisi lain, seseorang yang pikirannya tertutup bisa dibilang adalah seseorang yang tak mau menerima ide baru. Anda boleh saja menjadi orang tertutup, tapi tidak untuk pikiran tertutup. Satu ungkapan mengatakan:
“A closed mind is a good thing to lose.”

Pikiran tertutup adalah sesuatu yang bagus jika Anda buang jauh-jauh. Seseorang dengan pikiran tertutup jika sedang mendengarkan sebuah ide disampaikan, tak mau menerima. Sementara, di salah satu newsletter saya mengatakan bahwa orang dengan pikiran terbuka akan menerima suatu ide baru, lalu mempertimbangkan apakah ide tersebut bisa ia terima atau tidak.

Jadi, sebenarnya di sini intinya adalah keseimbangan atau kemampuan untuk menyesuaikan. Orang dengan sikap tertutup tentunya perlu bertindak terbuka, tidak sepenuhnya tertutup. Sementara, orang dengan pikiran terbuka juga sebenarnya perlu teguh akan pendiriannya, alias percaya dan yakin akan apa yang ia ketahui, dan tidak goyah akan opini-opini dari luar.

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author