Apang Ajis Dan Kura-Kura

No comment 980 views

 

Suatu hari Apang Ajis pergi berburu ke hutan belantara di jantung pulau Kalimantan. Setelah seharian berburu, ia tak berhasil menangkap apa-apa. Karena lelah, ia beristirahat di bawah sebatang pohon di pinggir sebuah telaga. Diambilnya sebuah batu lalu ia berbaring dan keheningan hutan segera membawanya ke alam kedamaian. Ia tertidur….zzzz

Sesaat kemudian ia terjaga. Ia kaget, karena ada sesuatu yang menggigit kupingnya hingga berdarah.

“Adowww… makhluk apakah yang menggigit kupingku?” Apang Ajis mengerang kesakitan. Ternyata apa yang dipakainya untuk bantal adalah seekor kura-kura.

“Eh, kura-kura sialan. Kurang ajar kamu ya. Kuping ku kau gigit hingga berdarah!” Umpat Apang Ajis berang. Dipungutnya kura-kura malang itu dan hendak dibantingnya.

Tapi tiba-tiba si kura-kura berbicara, “Sabar, Pak. Masak aku yang sekecil ini mau kamu banting. Memang aku salah dan pantas menerima hukuman. Tapi kamu tak perlu membunuh aku dengan cara sekejam itu. Lagian kalau dibanting belum tentu aku mati. Kamu nggak lihat kulitku yang keras begini. Mana mempan dibanting. Percuma aja. Kamu buang energi sia-sia. Ada cara yang lebih kejam lagi, dan pasti aku langsung mati!” teriak kura-kura yang setengah mati ketakutan.

“Bagaimana caranya?” tanya Apang Ajis. Ia urung membanting kura-kura itu, karena ia sadar, kata-kata kura-kura itu ada benarnya. Belum tentu ia langsung mati kalau dibanting.

“Lemparkan aku ke telaga itu, dan tutupi aku dengan daun keladi. Aku pasti langsung mati. Kamu lihat tubuhku yang berat dan kaku begini mana bisa berenang?”

Tanpa berpikir panjang dilemparkannya kura-kura malang itu ke dalam telaga. Kura-kura langsung tenggelam dan meninggalkan gelembung-gelembung udara di permukaan air.”Mampus kau, binatang bodoh!” teriaknya puas sambil melemparkan daun keladi ke dalam air.

Tapi sejenak ia terpana, “Eh, bukankah kura-kura juga bisa hidup di air? Dan makanannya daun keladi???”

Apang Ajis memukul kepalanya plok,plok,plok…

Kebodohan yang satu biasanya merupakan hasil kebodohan lainnya.

 

***

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : www.emotivasi.com )

author