Bahaya Junk Food bagi Kesehatan dan Pertumbuhan Anak

Diera modern yang serba instan ini, siapa yang tidak kenal dengan “junk food”. Junk food merupakan sebuah jenis makanan cepat saji yang sangat digemari anak – anak. Tampilan dan rasanya yang beraneka macam menjadi sebuah daya tarik tersendiri yang dapat memikat hati anak. Berbagai jenis makanan yang terkategori dakam junk food yang menjadi favorit anak antara lain mie instan, makanan kaleng, ham, kornet, sosis dan sebagainya. Selain itu ada pula jenis minuman yang masuk dalam kelompok ini seperti minuman bersoda, minuman rasa – rasa, dan minuman sejenisnya.

junk

Junk food memang memiliki rasa yang lezat dan tampilan yang menarik. Namun sadarkah Anda dibalik semua itu, ternyata junk food menyimpan bahaya yang dapat mengancam kesehatan anak? Hampir semua jenis junk food mengandung bahan yang tidak sehat untuk tubuh jika dikonsumsi secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Lantas apa saja kandungan junk food yang dapat membahayakan anak?

Pertama junk food mengandung kadar gula dan lemak yang tinggi. Semua orang tentu tahu akan bahaya kedua jenis kandungan ini, yang paling sederhana mungkin adalah akan merusak gigi anak. Namun selain itu ada dampak yang lebih mengerikan, yakni obesitas. Terlebih obesitas pada anak akan meningkatkan potensi anak terserang diabetes dan penyakit jangtung. Untuk yang pertama ini jelas sangat – sangat mengerikan.

Kedua, kebanyakan junk food memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Zat ini jika terus terakumulasi dalam tubuh dapat menyebabkan kolestrol tinggi. Kolestrol tinggi dalam darah dapat memicu resiko terjadinya hipertensi pada anak, atau bahkan pada keadaan yang telah parah dapat menyumbat aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan stoke.

Selanjutnya, bahan – bahan kimia berbahaya seperti pengawet, perasa buatan, dan pewarna. Ketika jenis bahan kimia ini dapat dianggap sebagai racun dalam tubuh karena akan sangat sulit dicerna dan diuraikan. Bahkan menurut para ahli ketiga zat kimia tersebut dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati dan ginjal jika terus terakumulasi dalam tubuh anak.

author