Beberapa Pola Asuh Anak dalam Keluarga yang Salah

No comment 1036 views

Pola asuh anak dalam keluarga merupakan sebuah hal penting yang tidak boleh diabaikan sedikitpun. Anda harus mengetahui bagaimana cara menerapkan pola asuh anak dalam keluarga dengan baik, dan jangan asal dalam menerapkan aturan. Banyak kasus dimana anak begitu manja, dan bahkan sering berbuat negatif di lingkungannya hanya karena pola asuh yang salah. Sejatinya, apa saja pola asuh yang salah dalam keluarga? Kami akan memberikan beberapa pemahaman berikut ini.

Memaksakan sebuah kewajiban tanpa alasan

Anak sering merasa bahwa kewajiban yang diberikan oleh orang tuanya tidak mempunyai alasan yang jelas. Mereka akan sangat tidak suka melakukan hal yang dipaksakan apalagi tanpa alasan yang mendasar. Sebagai contoh, anda menyuruh anak untuk bangun pagi setiap hari. Bangun pagi memang merupakan sebuah hal yang sangat baik, namun anak merasa malas melakukannya karena anda hanya memaksa dan terus memaksa tanpa memberikan alasan yang jelas. Cobalah untuk memberikan perintah dengan lembut dan menjelaskan kenapa hal tersebut harus dilakukan.

Menyikapi kesalahan dengan kekerasan

Kata-kata kasar bahkan hingga kekerasan fisik yang diterima oleh anak rata-rata disebabkan oleh kesalahan anak yang ditanggapi terlalu berlebihan oleh orang tua. Misalkan, anak berbuat nakal di sekolah dan membuat orang tuanya dipanggil. sebagai orang tua yang bijak, seharusnya kita mendiskusikan dan mencari penyelesaiannya, serta bukan memberikan pelajaran psikis dan fisik yang keras kepada anak.

Sibuk dengan pekerjaan

Kita sering berkata bahwa segala pekerjaan yang kita lakukan dan perjuangkan hanya untuk anak. Mungkin hal itu benar namun seringkali kita meninggalkan anak terlalu lama dan tidak mempunyai waktu berkualitas bersamanya karena kita sibuk membela pekerjaan yang kita miliki. Sementara anak cenderung tidak bahagia. Jadi, sesibuk apapun pekerjaan kita, sediakanlah waktu yang berkualitas setiap hari kepada anak.

Itulah 3 pola asuh anak dalam keluarga yang salah dan menimbulkan beragam masalah kedepannya. Semoga anda bisa menjadi orang tua yang lebih baik setelah membaca artikel ini.

author