Beragam Bahasa Tubuh Bayi yang Perlu Diketahui

No comment 505 views

Bahasa tubuh bay terkadang memang begitu membingungkan karena ia belum bisa berbicara dan hanya menyampaikan sinyal bicara melalui bahasa tubuh. Kendati demikian, orang tua dapat mempelajari bahasa tubuh tersebut sedikit demi sedikit. Ada beberapa cara bayi dalam berkomunikasi yang dilakukan oleh banyak bayi diantaranya adalah beragam bahasa tubuh berikut ini.

Menendang kaki

Ketika bayi anda terkesima atau tertarik terhadap sebuah hal, maka ia akan menendang-nendang kakinya serta terlihat begitu antusias. Bahasa ini bisa dikatakan bahwa bayi mengatakan “wow”. Beberapa hal yang bisa membuat bayi begitu tertarik sehingga menendang-nendang kakinya contohnya ketika ia melihat atau merasakan air terciprat ke tubuhnya.

Memalingkan wajah

Kondisi ini bisa berarti bayi anda sedang membutuhkan sedikit waktu untuk menyadari serta mempelajari sebuah hal yang terjadi di sekitarnya. Juga, bisa juga bayi anda sedang membutuhkan waktu untuk sendiri untuk ruang pribadinya. Tentu saja, cobalah berikan perhatian yang menarik dirinya lagi ketika bayi terlalu lama berpaling.

Mengucek atau menutup mata

Ini merupakan sebuah simbol dimana bayi ingin bermain ciluk ba atau sebuah permainan yang memikat hatinya. Cobalah untuk meresponnya dengan cara mengajak bayi bermain, misalnya anda bisa menggunakan tangan anda untuk bermain ciluk ba, atau mengambil beberapa mainannya untuk menanggapi keinginannya dalam bermain.

Tetapi, ada kalanya bayi tersebut sudah begitu lelah dan itu merupakan tanda ia ingin tidur. Dalam konteks ini, anda bisa menggendong bayi dan kemudian menyanyikan atau menidurkannya.

Bayi melengkungkan punggungnya

Apakah bayi anda melengkungkan punggung? Ini merupakan tanda bahwa ia sedang marah, kesal, rewel, atau tidak menyukai sebuah keadaan yang belum mampu ditangani. Untuk merespon keadaan tersebut, maka anda bisa menenangkannya serta mencoba mengerti apa yang diinginkan oleh bayi tersebut. Memang, bayi akan membutuhkan waktu lama untuk menormalkan kembali situasi tersebut dan berperilaku seperti biasa. Kemudian, ketika hal tersebut disertai dengan demam atau gangguan lain, maka cobalah berkonsultasi dengan dokter anda.

author