Berseluncur “Kiat Sukses Di Atas Ombak Perubahan”

Tidak ada yang abadi di dunia ini, kecuali perubahan itu sendiri.

Kalimat ini memang mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk dipahami dan dilakoni (baca: dilaksanakan). Mengapa demikian? Karena, saya sendiri masih bingung memaknainya. Apa yang maksudnya ya? Seperti kalimat filsafat yang tidak menjawab pertanyaan hidup ini, tapi malah bertanya pada yang bertanya he he…

Wong saya nanya kok, malah ditanya? Kira-kira demikian yang muncul dalam benak saya. Mungkin, maksudnya demikian. Ikutilah kisah…

Si Tukang Es Balok

Seorang tukang es menaruh belanjaannya yakni sebongkah es balok di sebuah ember plastik warna hijau. Karena kelupaan, selama 1 jam kemudian terik matahari melelehkan es balok tersebut menjadi seember air es yang dingin. Air es itu kemudian dimasukan ke sebuah teko dan dimasak di atas kompor yang menggunakan tabung gas “melon” 3 kg. Karena katanya “palsu”, tabung gas melon 3 kg tersebut meledak dan terjadilah kebakaran.

Semua air es lenyap menjadi uap dan melayang naik ke langit. Sebelum tiba di langit, uap-uap tadi tertahan di hawa dingin dan menjadi awan. Awan-awan bersatu dan berkoborasi untuk protes kepada pembuat tabung gas 3 kg. Tapi malah keberatan dan jadi air yang berat, terpaksalah butir-butir air tersebut jatuh ke bumi lagi. Ditampung oleh tukang es kembali di sebuah ember dan didinginkan menjadi es balok he he…

Hmmm… Mungkin ini yang dimaksud dengan perubahan. Es tukang balok itu terus berubah-ubah. Karena terus-menerus terjadi, mungkin ini yang disebut abadi itu.

Ada tidak sih yang Abadi?

Demikian saya bertanya pada rumput yang bergoyang. “Ada dong”, jawabnya. “Apa itu?”, lanjut saya. “Lha, kalo buah apel sudah mateng di pohon, maka jatuhnya pasti ke bumi. Bukan ke awan”, sahutnya. Saya berdiam diri sejenak: “Beneeer juga ya… Pinter nih si rumput”

Apel adalah alam, rumput adalah alam, gunung adalah alam. Mungkin, maksud rumput tersebut adalah Hukum Alam, karena si apel itu mengingatkan kita akan penemuan tentang Hukum Gravitasi. Bener juga yaaa… Mau sampai kiamatpun (yang katanya tahun 2012 he he), apel tetap jatuhnya ke bumi.

Setuju jika demikian, yang abadi di dunia ini selain perubahan adalah hukum-hukum alam. Ada hukum grativasi, ada hukum sebab-akibat, ada hukum tarik menarik, ada hukum waktu atau yang sering juga disebut hukum proses dan hukum-hukum lainnya.

Apa lagi ya yang abadi itu?

Saya yakin pasti ada yang abadi selain perubahan itu sendiri dan hukum alam. Saya tidak tahu istilahnya. Kira-kira demikian contohnya:

–         Ada kemauan, ada jalan.

–         Jika tekun, tenunan pasti selesai di rajut.

–         Siapa yang menabur, dia yang menuai.

Nah, masih banyak lagi pernyataan yang demikian ini, yang ternyata tidak pernah lekang dimakan jaman, walau umur bumi sudah beribu tahun. Kita sebut saja Prinsip-prinsip.

Pertanyaan dalam benak saya selanjutnya adalah jika perubahan itu abadi, tidak bisa ditawar lagi, karena setiap saat dunia ini berubah. Maka,…

Siapa yang bertahan di alam perubahan?

Banyak sekali contoh, banyak sekali penelitian akan hal ini, siapa yang dapat bertahan dalam perubahan ini? Setelah bertahan, siapa yang menang dalam perubahan tersebut? Apakah mereka…

Yang Besar, Yang Bertahan?

Ternyata tidak juga, banyak sekali contoh perusahaan raksasa yang tumbang di abad terakhir ini.

Yang Kuatkah, Yang Bertahan?

Ah, tidak juga. Banyak kisah dan cerita tentang Kerajaan yang kuat, pemerintahan yang kuat, yang berakhir dengan menjadi hanya kisah dan cerita. Bahkan kadang hanya 2 episode sinetron saja, sudah tamat.

Yang Cepatkah, Yang Bertahan?

Kereta api Jakarta bandung yang melaju sangat cepat di era koboi, sehingga sulit dikejar oleh kuda hitampun, menjadi hiasan museum setelah dibangun jalan tol Cipularang.

Tetapi ada juga contoh kisah nyata ikan laut yang terjebak di muara, akhirnya malah menjadi ikan air tawar. Nah, ini baik sekali untuk diteluri dan dipelajari mengapa bisa demikian? Singkat cerita, ternyata ikan tersebut mampun menyesuaikan diri. Mampu beradaptasi, istilahnya. Jika demikian, bolehlah kita simpulkan.

Yang Adaptif, Yang Bertahan…

Alam mengajarkan bahwa makhluk hidup atau mereka yang bisa bertahan hidup dalam perubahan di alam ini adalah mereka yang bisa menyesuaikan dirinya dalam perubahan tersebut.

Ternyata tubuh orang yang dapat bertahan pada panas yang tinggi, juga mampu bertahan di suhu yang sangat dingin. Namun, orang yang tidak tahan panas, maka diapun tidak tahan dingin.

Orang negro bisa bertahan dengan baik di gunung es. Orang Eropa sangat menyukai Afrika Selatan. Tapi, orang tropis tidak terlalu bisa bertahan lama hidup di Afrika, maupun di Swiss. Kira-kira demikian, metaforanya.

Baiklah, jika demikian mari kita belajar bagaimana menghadapi alam perubahan saat ini. Suka atau tidak, setelah kita membaca tulisan di atas, dimana perubahan itu abadi, tidak bisa dirubah lagi, maka tahap awal baik juga untuk…

1. Menyadari atau Awareness

Bahwa karena dunia ini terus berubah setiap detiknya, alam tidak mungkin konstan dan terus berubah, karena memang itulah hukum perubahan, maka saya hanya perlu menyadarinya saja. Sadari bahwa kita hidup di alam perubahan. Kita duduk di kursi yang bisa usang. Kita makan nasi yang bisa habis. Kita bernafas di oksigen yang terus menipis. Kita tinggal di kota yang panasnya terus meningkat. Kita hidup di sebuah negara yang “membingungkan” he he…

Dengan menyadari perubahan itu sendiri, maka akan sangat membantu kita untuk masuk ke tahapan berikutnya…

2. Menerima atau Acceptance

Ya, sudah terima saja. Buat apa demo ke Tuhan, mengapa aku dilahirkan di keluarga yang miskin. Tidak perlu takut, karena ada hukum perubahan. Yang miskin bisa berubah menjadi kaya, kok! Yang kayapun, sadari. Akibat hukum perubahan, bila salah jalan, maka kekayaanpun bisa menjadi ludes dan Anda masuk ke dalam kategori keluarga miskin. Maka, Anda akan mendapat BLT (Bantuan Tunai Langsung) dari pemerintah kita  sebagai warga miskin, walau Anda pernah kaya he he…

Bila kita belum menerima perubahan ini, maka kita akan terus tejebak dalam penolakan, kemarahan, diskusi “mengapa demikian” dan semuanya membuat kita tetap diam di tempat, bahkan mundur ke belakang.

Memang, hidup ini sederhana.Hanya dengan menyadari dan menerima situasi ini, barulah kita akan sangat mudah untuk membuat…

3. Strategi untuk Berubah dengan Cepat

Banyak para ahli, seperti pencipta NLP Engkong Bandler dan Mbah Grinder yang mempelajari ilmu-ilmu “dukun” (karena hanya dukun yang bisa membantu manusia berubah dengan sangat cepat he he) agar manusia bisa melakukan perubahan diri ini dengan sangat cepat. Istilah akselerasi. Percepatan. Berubah dengan sangat cepat, tentunya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan itu sendiri. Sehingga kita bisa tetap sukses dalam perubahan itu.

Kuasai metode, teknik, cara yang ampuh, jitu dan teruji untuk melakukan perubahan diri ini agar menjadi pribadi yang adaptif. Banyak sekali tekniknya, pelajari dan cari metode yang pas untuk Anda.

Merubah diri jauh lebih baik, dari pada merubah keadaan. Karena lebih kecil dan lebih fokus, sehingga mudah untuk dilaksanakan.

4. Fokus pada perubahan yang bisa dikendalikan diri

Banyak orang menghabiskan waktu untuk berdiskusi dan berdebat akan sesuatu perubahan yang di luar kendali dirinya. Seperti kebijakan dunia (kebijakan yang diambil oleh negara-negara besar di dunia), kebijakan pemerintah, juga bencana alam. Sungguh, sangat menghabiskan energi pikiran ini. Karena hasil diskusi dan perdebatan, tidaklah berbuah apapun, kecuali menghabiskan kopi dan rokok di warung tegal Mbok Ayu.

Namun, ada pepatah yang indah berbunyi demikian: Jika kita tidak bisa melawan ombak, maka berseluncurlah di atas ombak.

Artinya, jika sebuah perubahan yang di luar kendali kita, maka janganlah buang waktu untuk berdiskusi dan berdebat dengan teman akan perubahan tersebut, namun sadari, terima dan cari strategi yang baik dan tepat untuk menghadapi perubahan itu.

Berpikir dan mencari tahu bagaimana sikap kita terhadap sebuah perubahan, akan menghasilkan sebuah solusi yang kreatif tanpa perlu mengomel. Responpun akan menjadi lebih enak. Otakpun menjadi lebih kreatif, hiduppun menjadi awet muda he he… (katanya sih)

Menggunakan strategi Master Minding untuk mengatasi perubahan (lihat buku saya yang pertama “Share the Key” tentang bahasan lebih rinci tentang Master Minding), akan di dapat ide-ide kreatif baru yang mungkin lebih menguntungkan, dari pada menyalahkan pihak yang menyebabkan terjadinya sebuah perubahan. Kumpulkan teman-teman dari berbagi bidang ilmu dan minta masukan beberapa ide bagaimana bisa makin sukses di ombak perubahan ini.

Terapkan saja

Pilih beberapa ide yang unik dan menarik untuk diterapkan, pilih yang sederhana saja namun efektif. Semakin sederhana, semakin mudah untuk diterapkan secepat mungkin. Karena kecepatan menjadi penting.

Lupakan dulu salah atau benar, karena sering kali kita mengevaluasai sesuatu yang belum dilakukan. Ini jelas keliru. Lakukan dulu, terapkan saja, jalankan ide baru tersebut, baru evaluasi kemudian hari. Evaluasi dilakukan setelah tahap penerapan.

Nikmati Perubahan

Salah satu tip penting dalam menghadapi perubahan adalah menikmatinya, bukan memusuhinya. Dengan menikmati perubahan, sel tubuh akan lebih hidup. Semangatpun akan meningkat. Hiduppun menjadi lebih hidup. Saat strategi di atas, kita terapkan maka perubahanpun menjadi bagian dari hidup kita. Tidak lagi terpisahkan. Semua menjadi satu. Sesuatu yang terus berubah. Karena…
Perubahan itu indah.
Perubahan seringkali menyakitkan.
Namun membangkitkan.
Perubahan membuat sulit tidur.
Namun anehnya badan lebih sehat.
Perubahan kadang membuat marah.
Namun matapun menjadi melek.
Perubahan memang bisa merubah nasib.
Dan, membuat lebih banyak orang kaya.
Yakinlah, perubahan pasti diciptakan Tuhan.
Agar manusia sadar bahwa Tuhan itu memang ada.
Jadi, saat ombak datang menggulung.
Saat ombak menjadi gelombang besar.
Dari pada melawan dan ditelan ombak.
Lebih baik kita berseluncur di atas ombak…
Salam ombak perubahan…

Pontianak, 10 Juli 2010

Penulis  : Krishnamurti, Mindset Motivator

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author