Cara Mencegah anemia defisiensi besi (ADB)

Apakah anggota keluarga Anda ada yang divonis mengalami anemia defisiensi zat besi? Kalau ia tentu dokter sudah menjelaskan penyebabnya bukan? Sesuai dengan namanya, penyebab anemia yang satu ini adalah karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh penderita. Padahal, zat besi ini sangat bermanfaat dalam proses pembentukan sel-sel darah merah, sehingga produksinya menurun. Hal ini berbahaya mengingat fungsi sel darah merah yang sangat penting, antara lain sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh.

memilih makanan

Oleh karena itu, kita harus segera mengetahui gejala-gejala anemia defisiensi besi. Gejala-gejala tersebut antara lain anak terlihat lemas, lesu, pucat, dan sulit berkonsentrasi. Penyakit ini juga daapt menyebabkan rendahnya kecerdasan anak jika terlalu lama tidak diobati.

Setelah mengetahui gejala, penyebab, serta dampak buruk ADB, maka sebaiknya kita melakukan pencegahan secara dini penyakit anemia defisiensi besi (ADB):

  1. Memberikan ASI ekskulsif pada bayi
  2. Setelah 6 bulan dapat diberi susu formula yang difortifikasi zat besi
  3. Memberikan tambahan zat besi, hal ini dianjurkan sejak bayi hingga remaja
  4. Banyak makan makanan yang mengandung zat besi, seperti sayuran hijau (brokoli, bayam, buncis) dan kacang-kacangan.

Mudah bukan cara mencegah Anemia Defisiensi Besi (ADB)? Nah lakukan upaya ini sejak dini ya Bund, sebelum ADB menyerang. Yang perlu juga digaris bawahi adalah cara pengolahan bahan pangan yang tepat agar nutrisi maupun kandungan zat besinya rusak. Contohnya dengan memasak sayuran hijau terlalu lama, akan menrusak kandungan-kandungannya.

 

 

author