Cerdiknya si Kelinci

No comment 721 views

Pada suatu hari, kelinci berjalan-jalan di Hutan dan bertemu dengan Gajah yang sedang makan pucuk-pucuk daun pohon.

Sang Kelinci menyapanya “Halo, saudara” ujar Kelinci. “Hari ini indah bukan?”

Gajah berhenti makan dan melihat ke bawah, dilihatnya sesosok makhluk kecil, lalu Gajah berseru “Tinggalkan aku sendiri, Kelinci. Aku tidak punya waktu dengan makhluk kecil seperti dirimu”.

Kelinci kaget dihardik seperti itu, ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Maka ia pergi dan berpikir apa yang sedang terjadi.

Sampai di tepi pantai Kelinci melihat si Ikan Paus, maka ia berteriak ” Hai Ikan Paaauusss! Kemarilah!”

Lalu Ikan Paus mendekat dan mucul ke permukaan untuk melihat siapa yang memanggilnya. Tetapi Ikan Paus tidak melihat siapapun, tetapi setelah Kelinci melompat-lompat beberapa lama barulah si Ikan Paus melihatnya dan berkata dengan tidak sabar ” Hai, apakah kamu yang memanggil aku?”

Jawab Kelinci ” tentu saja aku yang memanggil kamu”.”Kamu pikir siapa dirimu? kamu itu terlalu kecil dan lemah untuk bisa berbicara denganku”, sambil mengibaskan ekornya yang besar dan berenang kembali ke samudra.

Lalu terbersitlah suatu gagasan, maka Kelinci memanggil kembali si Ikan Paus dan berkata “Hai Ikan Paus! Kamu mengira kalau aku lemah, tapi kenyataannya aku lebih kuat dari dirimu, Kau tidak akan secepat itu mengabaikanku. Aku bisa mengalahkanmu dalam lomba tarik tambang”.

Ikan Paus melihatnya dan tertawa terbahak-bahak. “Baiklah si kecil, ambilkan tali lalu ikatkan pada ekorku! Kita akan lihat siapa yang lebih kuat”.

Maka Kelinci berlari ke Hutan untuk mengambil sulur tanaman yang paling kuat dan tebal, ketika ia menemukan sulur itu, Kelinci berlari menemui sang Gajah dan berkata “Hai Gajah, kamu tidak mempunyai alasan untuk memperlakukan aku dengan tidak hormat, aku akan membuktikan kalau kita sebanding”.

Gajahpun menunduk ke bawah dan berkata” bagaimana kamu akan melakukannya, makhluk kecil?”

Kelinci lalu berkata” aku akan mengalahkanmu dengan lomba tarik tambang, ikatlah sulur ini ditubuhmu, setelah engkau mendengarkan aba-aba tarik maka tariklah sekuat-kuatnya ya!”

Kelinci lalu membawa sulur ujung satunya dan mengikatnya ke ekor si Ikan Paus dan berkata “jika engkau mendengarkan aba-aba tarik maka tariklah sekuat-kuatnya ya!”

Maka Kelinci berlari dan bersembunyi di semak-semak dan lalu berteriak Tarik!!”

Maka Gajah berjalan menjauh sambil tersenyum, namun senyumnya berubah seketika karena sulur yang ditariknya berhenti mengikutinya, “aduh, ternyata kuat juga Kelinci ini” pikir sang Gajah. Sambil mengernyitkan dahinya Hajah berusaha menarik sekuat dan memampunya, karena sulur sudah tidak mampu terulur maka putuslah sulur itu dan Gajah terjatuh berguling-guling ke lembah yang curam.

Sementara itu si Ikan Paus mulai berenang menjauh dari pantai setelah mendengarkan aba-aba tersebut, namun napasnya tiba-tiba terhenti ketika sulur tersebut tertarik dengan kencang dan menolak mengikutinya. Ia menarik sekencang-kencangnya dan berujar “Kelinci kecil itu tidak mungkin lebih kuat dari aku”.

Tiba-tiba sulur yang ditariknya putus dan Ikan Paus terbentur batu karang yang tajam.

Tinggallah si Kelinci terdiam menyaksikan hal itu. Dan sang Gajah dan si Ikan Paus benar-benar bingung, mengapa Kelinci bisa mengalahkan mereka.

Hingga saat ini, sang Gajah dan si Ikan Paus amat berhati-hati menyapa Kelinci dengan rasa hormat yang besar.

Dari cerita ini kita dapat memetik pelajaran bahwa dengan bermodalkan tubuh yang besar tidak dapat mengalahkan kecerdikan seseorang.

author