Cerita Anak Baik

1 comment 1802 views

Berikut adalah cerita tentang kehidupan keluarga yang mempunyai 7 orang anak, dari cerita ini kita bisa belajar lebih memaknai arti kehidupan yang sesungguhnya.

pada sebuah desa hiduplah sebuah keluarga yang sangat miskin pekerja’an sehari-hari pencari kayu bakar namanya bapak ali dan istrinya ani,walaupun dia miskin tapi mereka memiliki anak sebanyak tujuh orang,suatu ketika ibu ani membuat kue untuk anaknya karna mereka mendapat sedikit rezeki dari penjualan kayu bakar karna.
tapi anehnya ibu ani membuat kue pada sa’at malam hari dia menunggu anak-anaknya tidur dulu baru dia buat kue,jam menunjukkan pukul 12.00 malam ibu ani bangun dari tidurnya,lalu bu ani menyiapkan semua bahan untuk buat kue,setelah siap bu ani mulai membuat adonan selesai adonan kuenya bu ani menggoreng kuenya,karna miskin bu ani hanya mampu buat tujuh kue dan kue ini direncanakan hanya untuk bu ani dan suaminya,sedang asyik menggoreng kue tersebut bagunlah salah satu dari anaknya yaitu yang paling besar karna kue yang dibuat bu ani sangat harum dan nikmat.

bu,,,ibu lagi ngapain sahut anaknya dari belakang,bu ani kaget”eee bangun kamu sulung,iya bu”mintak sulung satu bu kuenya,lalu ibu ani memberi satu kue tersebut dengan satu syarat,”sulung jangan bangunkan adikmu ya,iya bu,setelah sulung mendapatkan kue dari ibunya dia langsung pergi kekamar,setibah dikamar sulung mencubit adiknya lalu adiknya bangun,melihat kakaknya ada kue dia nanya pada kakaknya dapat kue dari mana,sulungpun menjawabnya,tanpa berpikir panjang dia langsung kedapur menemui ibunya,lalu meminta kue dari ibunya,seperti kakaknya ibu juga memberi kue dengan satu syarat jangan bangunkan adiknya,lalu dia kekamar mencubit adiknya dan adiknya bangun mintak kue sama ibunya begita seterusnya sampai akhirnya semua kue ibu habis karna anaknya pada bangun semua.

pagi harinya ibu menceritakan kejadian itu pada suaminya,setelah bebincang-bincang bapak ali dan bu ani berencana membuang tiga dari anaknya kehutan,di bangunkanlah anaknya yang paling tua sampai anak yang ketiga,dibawalah anaknya kehutan dengan alasan mencari kayu bakar,semua sudah siap untuk berangkat ketiga anaknya pamit pada ibunya.

sesampai dihutan pak ali bicara sama anaknya sulung kamu yang paling besar dari adik-adikmu,kamu tunggu disini dulu ya bapak nyari kayu bakar dulu,”ya pak,”nanti kalau suara bapak dekat bearti bapak jauh dari kalian,tapi jika suara bapak bunyinya kecil dan jauh bearti bapak dekat dari kalian,ini makanan untuk kalian kalau kalian lapar makan aja,ucap bapak pada anak-anaknya.
beberapa menit kemudia sulung panggil bapaknya,”bapak”,”iya” sahut bapak dari hutan,lalu sulung bicara sama adik-adiknya ‘wah bapak masih jauh,setelah setengah jam kemudian sulung panggil bapaknya lagi suaranya agak jauh,dia gembira karna bapaknya sudah dekat.sampai jam tiga siang bapak ngk muncul-muncul,lalu sulung panggil bapak lagi bapakpun ngk menjawab sampai malampun bapak tidak muncul-muncul barulah mereka sadar bahwa mereka dibuang,merekapun lapar sulung membukan makanan yang dikasih bapaknya,dengan penuh sukacita rupanya makanan yang dikasih bapak tadi adalah abu dapur.

mereka menangis didalam hutan kelaparan lalu datanglah seekor monyet membawa sedikit pisang,lalu sulung memintaknya untuk adik-adiknya monyetpun ngk mau memberi mereka,”ini saya dapatkan dengan susapaya kalian seenaknya mintak kalau kalian mau ambil aja sendiri balas monyet,kemudian sulung menanyakan tempat monyet mendapatkan pisang itu,monyetpun mengantarkannya”hai manusia kalau kalian pengen pisang itu semua,kamu bisa dapat kalau kalian bisa membunuh pemilik pisang itu,pesan monyet pada mereka.
sesampai diladang seorang didalam hutan tersebut mereka meminta pisang pada pemilik ladang itu tapi pemilik ladang tak mau memberi akhirnya mereka merencanakan sesuatu bersama monyet yaitu mereka akan mambunuh pemilik ladang itu,singkat cerita pemilik ladang tewas dan langsung dikubur dibawah pondok ladangnya,merekapun membuat kesepakatan dengan para monyet bahwa semua pisang untuk monyet dan semua padi untuk sulung dan adik-adiknya,bergembiralah sulung dan adik-adik didalam hutan karna mereka tak pernah merasakan lapar lagi dan juga monyet dengan bebas makan pisang sepuasnya.

beberapa tahun kemudian bapak ali dan bu ani,mengelami miskin yang lebih dari sebelumnya biasanya mereka bisa makan dua kali sehari tapi sekarang sekalipun jarang,kadang-kadang sampai tiga hari baru mereka bisa makan itupun sepiring bersama,suatu hari mereka pergi kehutan mencari kayu bakar bersama anak-anaknya yang masih bersama mereka,didalam hutan mereka melewati sebuah sungai dan sungai tersebut dipenuhi oleh abu dan ampas-ampas kulit padi,akhirnya mereka memutuskan untuk menelusuri sungai kemudiknya.

sesampai di atas mereka sangat kepalang kaget rupanya yang memiliki padi tersebut adalah anak yang mereka buang dulunya,bapakpun mintak ma’af pada anaknya karna anaknya sangat baik dan sedikit terdidik merekapun mema’afkannya,merekapun hidup bahagia dengan serbah kecukupan didalam hutan.

ceritapun berakhir kamipun tertidur dengan cerita nenekku itu,dan nenekpun berpesan sejahat apapun orang tua pada kita jangan sampai kita memutuskan hubungan kita dengan orang tua kita.mungkin sengaja nenek bercerita dengan akhir ceritanya bahwa mereka bersatu kembali dan anak mema’afkan ibu bapaknya agar kami berbakti pada orangtua kami.

nenekpun meberi nasehat pada kami sebelum kami memejamkan mata:”seperti apapun keada’an kita jangan sampai kita membuang daradaging kita sendiri,karna kita tidak tau yang mana dari anak kita yang mendatangkan rizki,seperti pepatah menyampaikan banyak anak banyak rezeki.
sekian…..

Selamat membaca ^^

ekriboy.blogspot.com

author