Deteksi dan Ketahui Katarak Pada Anak

No comment 673 views

Katarak yang terjadi pada anak umumnya jarang ditemukan dan secara medis juga hanya sekitar kurang lebih 0,4 persen yang mengalaminya. Namun, meski secara data bisa dibilang sedikit bukan berarti penyakit ini dapat dianggap remeh. Karena jika terlambat dalam hitungan detik saja, maka kita sudah menghilangkan pandangannya hingga usia dewasa nantinya.

Bayi yang menderita ambliopia akan sulit untuk dapat melihat secara normal meski sudah mengenakan kacamata jenis apapun. Satu hal yang terkadang masih banyak terjadi di Indonesia karena kurang pedulinya dalam mendeteksi gejala katarak pada anak. Terkadang, orang tua sendiri lebih mengetahui kelemahannya berdasarkan pengamatan orang lain ditimbang mereka.

Katarak Pada Anak Deteksi Dengan Langkah Sederhana

katarak pada anakUmumnya, tahap kritis pengembangan visual terjadi antara usia kelahiran hingga tiga atau empat bulan dimana otak sedang belajar dalam menerima pesan visual melalui kedua matanya. Untuk itu, melakukan deteksi secara dini dapat dimulai dengan tiga langkah sederhana seperti merangsang bayi dengan mainan yang memiliki warna-warni mencolok.

Gerakkan mainan tersebut ke berbagai arah sambil perhatikan respon bayi. Biasanya, mata si kecil akan mengikuti gerakan dari mainan dan berusaha untuk mengambilnya. Namun, jika bayi yang mengalami katarak justru kebalikannya dimana respon yang diberikan sangat lemah. Mereka tidak tertarik dengan mainan berwarna-warni atau pun gerakan yang dilakukan.

Kalau sudah begini, segera konsultasikan dengan dokter mata guna mendapatkan perawatan yang intensif. Adapun pengobatan katarak pada anak sangat tergantung dari jenis katarak yang dimiliki. Ada yang harus dilakukan pengangkatan hingga menanamkan satu lensa intraokuler. Setelah melakukan serangkaian perawatan seperti operasi misalnya, maka sangat perlu dilakukan pemeriksaan medis secara berkala.

Adapun penyebab dari katarak itu sendiri terjadi karena beberapa faktor seperti usia anak saat katarak muncul, kemudian kepadatan katarak hingga apakah katarak terjadi pada satu atau kedua matanya. Namun yang pasti, kebutaan akibat katarak pada anak yang terjadi dapat dicegah dengan cara melakukan deteksi secara dini sehingga pengobatan yang tepat dapat dilakukan.

author