Filsafat Kehidupan

1 comment 1740 views

Sekarang sudah banyak orang yang tahu bahwa untuk berhasil tentu harus memiliki suatu tujuan atau impian, tetapi masih ada orang yang tidak melakukan tindakan untuk meraih mimpi-mimpinya itu.

Mempunyai sasaran dengan alasan yang kuat atas apa yang kita lakukan – entah bersifat finansial atau bukan – barulah setengah dari perjalanan untuk menyelesaikan sesuatu. Agar benar-benar tergerak untuk berbuat sesuatu, kita membutuhkan suatu dorongan yang berasal dari dalam diri, yang dalam hal ini kita sebut sebagai filsafat kehidupan. Membuat filsafat hidup kita sendiri akan mendorong dan memastikan bahwa kita benar-benar melakukan apa yang ingin dan perlu di lakukan untuk mencapai sasaran itu.

Filsafat kehidupan adalah pendekatan terhadap apa yang ingin kita lakukan dalam hidup – bagaimana kita akan melakukannya.

Filsafat hidup menentukan arah, membangkitkan kesadaran dan mengerakkan diri kita untuk membuat perencanaan-perencanaan guna merealisasikan sasaran.

Filsafat hidup ini akan membimbing kita dalam menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan dan butuhkan.

Setiap orang seharusnya mempunyai minimal satu filsafat hidup, ini perlu di tuliskan agar kita bisa membacanya lagi dan lagi, sehingga kita selalu ingat. Dengan menuliskan akan merealisasikan pemikiran dan mendorong kita memikirkan gagasan dengan lebih jelas. Setiap pemikiran yang di realisasikan akan memotivasi tindakan positif.

Membuat filsafat ini harus di sesuaikan dengan sifat-sifat diri kita dan selaras dengan sasaran hidup kita sehingga menjamin kita sampai pada tujuan kita.

Saya telah menyusun beberapa filsafat hidup saya sendiri, yang mana dapat saya uraikan sebagai berikut :

1.      Sikap positif

Apakah sebuah gelas setengah kosong atau setengah penuh tergantung pada cara kita memandang isi gelas itu. Dengan sikap positif saya memandang bahwa gelas itu setengah penuh. Saya pecaya bahwa setiap masalah itu pasti ada solusinya. Ketika saya menjalankan prinsip ini saya menjadi mampu untuk mengatasi berbagai masalah, hambatan dan rintangan, dan sekarang saya tidak perlu takut dan cemas lagi dalam menjalani kehidupan ini. Sikap merupakan pilihan, dan saya memilih untuk bersikap positif terhadap apa pun yang saya temui.

2.      Percaya pada diri sendiri

Saya telah melatih diri saya selama bertahun-tahun untuk percaya pada diri saya sendiri. Saya melakukan ini karena saya tahu kelebihan dan kekurangan diri saya, dan kini saya menjalani hidup saya sesuai dengan kekuatan, kemampuan dan potensi yang saya miliki. Saya mau menjadi diri saya sendiri, bukan menjadi diri orang lain.

Melalui pembelajaran yang saya peroleh, saya menemukan bahwa kunci keberhasilan seseorang adalah terletak pada Kepercayaan pada diri sendiri, di mana kepercayaan ini muncul bila kita telah mampu menerima keberadaan diri kita sendiri.

3.      Berani mengambil resiko

Sasaran-sasaran yang telah kita tetapkan akan terwujud kalau kita berani mengambil tindakan dan berani mengambil resiko terhadapnya. Kalau kita sudah percaya pada sasaran kita, resiko itu pasti bisa kita atasi. Kita menjadi gigih dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan.

Kalau dulu saya tidak berani melepaskan jabatan saya sebagai Dirut BPR, mungkin saya tidak bisa menjadi trainer dan penulis buku seperti sekarang ini. Saya beranikan diri untuk menempatkan diri saya pada posisi yang sulit agar saya bisa berkonsentrasi penuh pada sasaran saya. Saya percaya bahwa kegagalan itu hanyalah bersifat sementara, dan masa-masa sulit itu justru yang bisa membuat diri saya semakin tangguh. Menurut pandangan saya bahwa gagal itu tidak ada kecuali kita berhenti mengupayakan tercapainya sasaran kita sendiri. Bila kita masih terus berjuang, maka itu bukan berarti gagal, itu adalah proses yang harus kita lalui.

4.      Damai dan tenang

Di dalam alkitab di tuliskan : Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi Damai Sejahtera. Saya percaya untuk mencapai keberhasilan kita perlu merasa damai dan tenang terlebih dahulu, barulah ide-ide atau gagasan-gagasan yang kreatif akan muncul. Oleh karena itu sejak beberapa tahun yang lalu saya mulai menjalani hidup saya yang damai dan tenang. Saya mengupayakan kedamaian dan ketenangan ini dengan berlatih relaksasi dan meditasi. Secara perlahan tapi pasti, saya mengupayakan untuk melepaskan ego saya sendiri, saya belajar untuk menjadi sabar, saya belajar untuk tidak berprasangka buruk, belajar menerima keadaan apa adanya. Saya merasakan sendiri bahwa kedamaian dan ketenangan ini banyak membantu dalam kehidupan saya saat ini.

5.      Melayani dengan sebaik-baiknya

Dalam hidup ini kita memang harus melayani, sebab melalui pelayanan inilah kita bisa hidup sukses dan bahagia. Prinsip ini saya aplikasikan dalam hidup saya saat ini, karena saya percaya kalau kita mau sukses kita harus memberi terlebih dahulu, barulah kita akan menerima. Kita tidak mungkin menerima sebelum kita memberi. Kepada klien-klien, saya berusaha memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, dengan begitu saya juga akan mendapatkan yang terbaik.

Inilah 5 hal yang menjadi filsafat hidup saya saat ini, dan ini lah yang mengarahkan saya untuk melakukan tindakan-tindakan yang di perlukan.

Sekarang saat bagi anda menyusun filsafat hidup anda sendiri. Luangkan waktu untuk menggali dan menemukan sifat-sifat yang sesuai dengan filsafat hidup anda;  selaraskan dengan sasaran hidup atau tujuan tertinggi yang ingin anda capai dan kemudian tuliskan filsafat hidup ini dan bawalah kemanapun anda pergi. Filsafat hidup ini sebaiknya di susun hingga sempurna, sesuai dengan jiwa kita dan tidak ada benturan-benturan di dalam diri sendiri. Bila benturan itu masih terjadi, tentu kita harus segera memperbaikinya. Intinya bahwa filsafat hidup ini seharusnya bebas dari konflik-konflik internal – di dalam diri dan memotivasi.

Selanjutnya bacalah setiap hari – di pagi hari – sebelum anda mulai bekerja, renungkan apa yang bisa anda lakukan hari ini.  Di malam hari bacalah kembali dan renungkan apa yang akan anda kerjakan esok hari. Bila filsafat hidup ini telah meresap di dalam jiwa kita, dia akan menjadi sebuah sistem kita, dan secara otomatis kita akan bersikap sesuai dengan nya.

Penulis : Soegianto Hartono

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author