Gejala Demam Berdarah Pada Anak

No comment 720 views

Orang tua diharapkan lebih waspada terhadap penyakit yang satu ini, Penyakit demam berdarah sering kali menyerang anak anak.Demam berdarah Dengue itu tidak menyerang setiap waktu. Demam Berdarah Dengue juga tergantung dari musim yang ada saat itu. Demam Berdarah Dengue terutama terjadi pada saat musim hujan. Di Indonesia dengan iklim tropis dan curah hujan tinggi, DBD sudah menjadi “langganan” setiap tahun. Angka kejadiannya paling tinggi pada musim penghujan yaitu sekitar bulan Februari, Maret, dan April. Di pedesaan, peningkatan kasus sudah mulai terjadi di bulan Desember, sedangkan untuk perkotaan, puncak terjadi pada bulan Mei-Juni.

Ingat, Demam saja ada banyak penyebabnya. Bisa karena infeksi saluran pernafasan seperti pilek, radang amandel maupun penyakit amandel (tonsilitis). Infeksi bisa juga menyerang telinga, saluran kencing, saluran pencernaan, dan lain-lain. Pendeknya, apa saja bisa diserang oleh virus dan bakteri. Demam itu adalah pertanda adanya infeksi, dan tubuh sedang memerangi virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut. Demam satu hari tidak menjadi indikasi perawatan di Rumah Sakit.Di rumah, anak harus dipastikan minum banyak cairan dan dipantau suhunya setiap hari. Jika demam berlanjut, orang tua untuk datang kembali di hari ke-3 demam untuk melakukan pemeriksaan laboratorium.

Demam berdarah pada anak sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus dengue tipe 1-4, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. Nyamuk ini kakinya belang-belang putih-hitam dan mengigitnya justru di siang hari. Tidak semua orang yang terkena virus dengue akan mengalami demam dengan gejala berat, sebagian lagi hanya sakit ringan. Di Indonesia sendiri, keempat tipe virus Dengue dapat ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe 3. Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya. Jumlah kasus DHF utamanya meningkat pada musim hujan dimana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana, jika tidak dilakukan program pembersihan lingkungan yang baik.

Virus Dengue

Virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina dan Aedes albopictus. Aedes aegypti adalah vektor yang paling banyak ditemukan menyebabkan penyakit ini. Nyamuk dapat membawa virus dengue setelah menghisap darah orang yang telah terinfeksi virus tersebut. Sesudah masa inkubasi virus di dalam nyamuk selama 8-10 hari, nyamuk yang terinfeksi dapat mentransmisikan virus dengue tersebut ke manusia sehat yang digigitnya.

Adapun gejala demam berdarah pada anak yang harus diwaspadai, Antara lain :

Banyak yang berpendapat bahwa gejala Demam Berdarah pada Anak itu adalah dengan munculnya bintik-bintik merah di kulit yang tidak hilang meski kulit diregangkan, gusi berdarah, mimisan, dan tinja berdarah. Bintik-bintik merah di kulit bisa muncul sendiri atau dibuat muncul dengan uji bendung. Biasanya uji bendung dilakukan dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah yang digembungkan di seputar lengan hingga pembuluh darah tertekan. Bila positif, akan muncul bintik-bintik merah.

Setelah mendapati berbagai tanda dan gejala, anda harus segra melakukan penanganan. Penanganan pertama adalah dengan memberikan obat penurun panas untuk anak anda seperti Paracetamol dan sejenisnya. Tunggu hingga tiga hari, jika demam tidak juga reda, bawa segera ke dokter. Jika dokter sudah menyatakan bahwa anak anda terserang demam berdarah, maka lakukan upaya medis. Selain itu, untuk menaikkan trombosit, berikan pula jus jambu biji merah untuk anak anda. Jangan lupa untuk memberikannya air putih sebanyak delapan gelas perhari agar anak anda tidak kekurangan cairan.

 

Sumber : klikharry.com

author