Hal Yang Harus Diketahui Dari Kurangnya Produk ASI

Ibu menyusui kerap merasa khawatir jika si kecil tidak mendapat asupan ASI yang tepat. Hal ini penting mengingat ASI eksklusif sangat baik untuk tumbuh kembang anak. Namun, secara kenyataan ada beberapa kejadian yang justru menyebabkan ASI tidak dapat diproduksi dengan lancar. Untuk itu, dengan membaca artikel ini, diharapkan para ibu akan mengetahui penyebab apa saja yang membuat kurangnya produksi ASI.

1. Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu

Kecenderungan para ibu yang merasa gemuk setelah melahirkan membuat mereka mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menurunkan berat badan. Sayangnya, tidak hanya itu, berbagai pil yang mampu menekan nafsu makan pun dikonsumsi sehingga secara langsung akan mempengaruhi produksi ASI. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter tentang efek yang akan ditimbulkan.

2. Merokok

kurangnya produk asiTidak terbantahkan lagi jika ibu menyusui meroko lebih dari 20 batang per hari akan mengalami penurunan produksi ASI yang cukup drastic. Tiada jalan lain, segera hentikan jika tak ingin si kecil kurang mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.

3. Pengobatan Medis Untuk Kecantikan

Operasi payudara akan membuat saluran ASI terpotong dan sepertinya akan sangat sulit untuk tumbuh kembali. Sehingga resiko terbesar adalah ibu tidak dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup. Untuk itu, sangat disarankan mempertimbangkannya secara tepat sebelum masa depan si kecil terganggu.

4. Mengkonsumsi Kafein

Minum kopi secara berlebihan atau minum minuman keras sangat mempengaruhi kualitas ASI. Jika sang ibu peminum kopi berat, sebaiknya mengurangi jumlah kopi per hari dari yang misalnya 5 gelas per hari kini minum setidaknya satu cangkir per hari.

5. Mengkonsumsi Obat KB Hormonal

Obat KB yang dikonsumsi jelas mempengaruhi kurangnya produk ASI. Untuk itu, disarankan untuk mengkonsumsi obat KB setidaknya sebelum minggu ke 8 setelah melahirkan agar tubuh memilliki waktu untuk menyiapkan cadangan ASI sebelum adanya tambahan hormon melalui pil KB yang dikonsumsi.

Nah, dengan beberapa penyebab diatas, sebaiknya para ibu menyusui memahami dan berusaha untuk mencegahnya. Karena kurangnya produksi ASI sangat berpengaruh kepada pertumbuhan si kecil nantinya.

author