Harga Seekor Anak Kucing

No comment 747 views

“Berapa harga sekor anak kucing yang anda jual pak?”, tanya seorang anak kecili kepada pemilik toko hewan peliharaan.

Pemilik toko itu lalu menjawab, “Harganya berkisar antara 30 – 50 Dollar, nak.”

Sambil merogoh saku celananya, anak kecil itu lalu mengeluarkan uang miliknya, “Saya hanya memiliki uang 20 Dollar saja, tapi bisakah saya melihat-lihat anak kucing yang anda jual?”

Pemilik toko itu pun tersenyum, lalu ia memanggil anak-anak kucing dagangannya untuk datang. Tak lama, munculah seekor kucing bernama Lion yang diikuti oleh lima ekor anak kucing lainnya. Mereka semua berlari di sepanjang lorong toko itu. Tapi, ada satu anak kucing yang tampak berlari jauh tertinggal dari yang lain.

Sambil memperhatikan, anak kecil tersebut lalu menunjuk pada seekor anak kucing yang datang paling belakang, “Apa yang terjadi dengan anak kucing itu Pak?”

Pemilik toko pun menjelaskan, ketika ia dilahirkan, anak kucing itu mempunyai suatu kelainan pada pinggulnya dan menjadikannya cacat.

“Wah… kalau begitu, saya ingin membelinya.”, ujar anak kecil itu dengan gembira.

Pemilik toko pun tampak bingung dengan keinginannya, “Kenapa kau ingin membelinya…? jika kau mau, aku dapat memberikannya padamu.”

Mendengar jawaban si pemilik toko, anak kecil itu tampak kecewa. Ia lalu menatap si pemilik toko sambil berkata, “Saya tidak ingin Bapak memberikan anak kucing itu secara percuama kepada saya. Meskipun ia cacat, namun anak kucing itu tetap mempunyai harga yang sama dengan anak kucing yang lain. Saya akan  membayar penuh untuk anak kucing itu. Saat ini saya hanya memiliki uang 20 Dollar, tetapi setiap hari saya berjanji akan mengangsurnya setengah Dollar, sampai semuanya lunas.”

Tapi si pemilik toko menolak, “Nak, kau jangan membeli anak kucing ini, dia cacat. Dia tidak bisa berlari, melompat dan menemanimu bermain seperti anak kucing lainnya. Kalau kau ingin membeli, pilihlah anak kucing lain yang normal.”

Anak kecil itu terdiam, ia lalu menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu, tampaklah sepasang kaki yang ukurannya sangat berbeda, sebelah tampak normal sedangkan yang satu lagi tampak sangat kecil. Kemudian ia menatap si pemilik toko itu, “Tuan, saya pun tidak bisa berlari dengan cepat atau melompat-lompat. Saya juga tidak bisa bermain sepeeti anak-anak lain. Oleh karena itu, saya tahu bahwa anak kucing ini membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya.”

Pemilik toko itu pun terdiam mendengar kata-kata si anak kecil. Kini ia mengerti, mengapa anak kecil tersebut sangat ingin memilikinya dengan harga yang sama seperti anak kucing yang normal, sebab baginya, kecacatan itu bukanlah terletak pada sebuah fisik, tetapi pada hati yang cacat.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : spicaku.blogspot.com )

author