Ia Pantas Untuk Kau Cintai

No comment 440 views

Kawan, di dalam realita kehidupanmu, minimal ada seorang wanita yang sangat PEDULI padamu. Pasti!!!

Terlepas kamu setuju atau tidak, terima atau tidak, wanita ini ada! Dan ia adalah satu satunya manusia di planet ini yang izinkan rahimnya kau tempati free of charge selama 9 bln 10 hari, mungkin lebih. Yang siap menahan sakit demi kehadiranmu di sini sekalipun nyawanya menjadi taruhan. Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang.

Sering ia tidak tidur karena kamu sakit, dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yang tidak reda, atau kamu tidak buang kotoran. Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Tahun-tahun berganti… Kini kamu sudah dewasa. Kamu sudah bisa ke dokter sendiri kalau kamu sakit. Dan status kamu pun kini sdh berubah. Kamu tidak butuh wanita itu lagi.

Sekarang wanita itu sudah tua dan lamban, suka dengan cerita lama yang membosankan, nasehatnya pun selalu itu-itu saja. Belum lagi bau badannya yang sering diprotes oleh pacarmu / suami atau istrimu / anak-anakmu. Komunikasi kalian payah.. susah..!

Hai kawan.. Anda benar.. Wanita tua ini sering membosankan dan tidak nyambung.. Tapi coba berdiamlah beberapa menit dalam hening.. Sejelek apapun dia, orang lain boleh tidak suka dia. Tapi kamu tak boleh, sebab ia adalah IBUmu!

Di hari tuanya yang tak lama lagi, bukan hartamu yang ia harapkan, ia tidak butuh apapun dari kamu. Ia hanya takut kehilangan kamu. Takut kamu tidak peduli padanya lagi. Karena ia begitu mencintaimu, ia sudah bahagia kalau kamu datang dan bertanya, “Apa kabar..?” Dan tanganmu mau mengelus dia.

Kawan maafkan dia kalau ia pernah melakukan hal yang mengecewakan kamu. Percayalah ia pantas untuk kau cintai.

Kawan, waktu wanita tua itu tidak banyak lagi. Dengarkanlah ini: Jangan lagi bersuara keras padanya dalam keadaan apapun. Itu akan sangat melukainya.

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada renungan di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : www.selamatpagi.net )

author