Intip Yuk, Cara Mengganti Popok yang Benar

No comment 571 views

Popok memiliki fungsi menahan kencing dan kotoran bayi atau anak, agar tidak tercecer ke mana-mana. Dengan fungsi yang demikian, tentu lama-kelamaan popok akan penuh dengan kencing dan kotoran bayi. Dalam kondisi seperti ini, bayi akan merasa risih dan baunya akan ke mana-mana.

Popok harus sering diganti, karena jika tidak, selain membuat anak kurang nyaman popok yang penuh juga merupakan tempat yang subur bagi pertumbuhan bakteri. Akan tetapi, banyak orang tua yang belum menyadari hal ini. Sebagian dari mereka bahkan kebingungan menentukan kapan popok bayi harus diganti?

Penggantian popok sebaiknya dilakukan setelah anak selesai kencing atau buang air besar. Untuk popok bahan AGM (absorbent gelling material) Bunda harus sering menggantinya, yaitu 2-3 jam sekali. Bunda juga dapat melihat perubahan warna popok setelah anak kencing untuk menentukan waktu penggantiannya.

duduk

Lantas bagaimana cara mengganti popok bayi yang benar? Pertama-tama, persiapkan popok baru sebelum mengganti yang lama dan letakkan dibawahnya. Bnda juga perlu menjaga kiondisi anak tetap tertutup, karena ketika popok dibuka, biasanya bayi langsug pipis. Setelah siap diganti, bukalah popok bayi dan usapkan bagian depan popok yang bersih ke pantat bayi. Lalu bersihkan kotoran bayi (pantat dan kemaluan) dengan kain lembut atau tisu yang tidak mengandung parfum. Biarkan hingga kering. Terakir pakaikan popok baru yang telah disiapkan.

Untuk tetap menjaga kenyamanan bayi, mengganti popok merupakan suatu hal yang muthlak. Selain itu, Bunda juga perlu memilih popok yang baik. Ada banyak alasan mengapa popok tertentu baik untuk bayi. Yang pasti menjaga kebersihan tubuh bayi merupakan hal yang penting untuk tetap menjaga kesehatan Sang Buah Hati.

author