Jangan Jadi Orang Konsisten

No comment 728 views

Sebelum anda protes dengan judulnya, ada baiknya saya klarifikasi dulu. Saya bukan ingin memaknai tidak konsisten dengan plin plan.

Saya hanya ingin menceritakan kembali cerita yang pernah saya baca di sebuah harian. Jamil Azzaini bercerita di Tribun, bahwa ayah angkatnya Houtman Z Arifin (HZA) mengajarkan dia untuk tidak menjadi orang yang konsisten.

HZA memulai bekerja dengan menjadi office boy (OB) di Citibank. Setelah 19 tahun mengabdi di Citibank dia menjadi vice president (VP) di perusahaan multinasional itu. Itu adalah jabatan tertinggi yang bisa diduduki oleh orang Indonesia pada waktu itu.

Setelah menjadi VP dia masih sering berinteraksi dengan rekan-rekannya yang masih menjadi OB. Hingga suatu saat temannya protes kepada HZA, “Houtman kamu payah, kamu gak konsisten, kita nih konsisten-konsisten jadi OB” mereka tertawa bersama.

Kita memang seharusnya tidak menjadi orang yang konsisten. Bukankah orang bijak pernah mengatakan “Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin berarti dia merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dibandingkan hari kemarin dia celaka. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin dialah orang yang beruntung.” Kalau konsisten berarti kita rugi khan?

Supaya hidup kita beruntung berarti setiap hari kulaitas hidup kita harus meningkat walau hanya 1%. Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. Walau hanya 1% melakukan peningkatan hidup per hari, tapi bila dilakukan satu tahun akan menjadi 365%.

Artinya kualitas hidup Anda seharusnya setiap tahun meningkat 365% atau dengan kata lain terjadi peningkatan kualitas hidup 3.65 kali dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Nah kalau Anda konsisten, maka Anda akan menjadi orang yang sama kualitas hidupnya dibandingkan tahun lalu. Itu berarti Anda menjadi kelompok orang-orang yang merugi.

Nah sekarang, coba Anda merenung sejenak. Apakah kehidupan Anda hari ini masih sama dengan tahun lalu? Apakah prestasi Anda masih sama dengan tahun lalu? Apakah perhatian Anda kepada pasangan hidup juga sama dengan tahun lalu? Apakah hutang Anda besarnya masih sama dengan tahun lalu? Apakah jumlah sahabat Anda juga masih sama dengan tahun lalu? Kalau jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu adalah “masih” itu berarti Anda menjadi orang yang rugi, karena Anda masih konsisten.

Jadi mulai hari ini, Jangan jadi orang konsisten karena akan membuat hidup Anda Merugi. Buatlah target-target yang membuat kehidupan Anda tidak konsisten seperti tahun-tahun sebelumnya.

Target yang Anda buat harus menunjukkan peningkatan bahkan bila perlu lompatan nilai bila dibandingkan tahun sebelumnya. Jangan sampai Anda menjadi orang yang konsisten sebagaimana sahabat HZA yang tetap konsisten menjadi OB sementara teman seperjuangannya telah menjadi VP.

Ingatlah ucapan Albert Einstein; Hanya orang-orang gila yang mengharapkan hasil berbeda akan tetapi menggunakan cara-cara yang sama. Dengan makna lain, hanya orang-orang gila yang mengharapkan kualitas hidup yang lebih baik akan tetapi tetap konsisten dengan apa yang dilakukan hari ini.

Apakah saya sudah lebih baik? Saya juga masih belajar. Bagaimana dengan anda?

Jika Anda tersentuh dengan renungan di atas, tolong “share” renungan ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : ekojuli.wordpress.com )

author