Jika Anak Hiperaktif Susah Konsentrasi

No comment 896 views

Memiliki anak tentu harus disertai dengan tindakan perawatan yang ekslusif guna menjamin masa depan nantinya. Maka tak heran, jika para orang tua rela bekerja demi mencukupi kebutuhan anak mulai dari pangan, sandang hingga kesehatannya. Untuk yang terakhir ini, tidak sedikit anak yang terdeteksi mengalami gejala ADHD atau Attention Deficit Hiperactivity Disorder. Biasa di sebut anak hiperaktif susah konsentrasi yang umumnya penyakit ini menyerang anak berusia 4 hingga 14 tahun.

Salah satu gejala anak hiperaktif adalah sulit untuk memusatkan perhatian pada tugas tertentu. Selalu gelisah dan tidak bisa duduk dengan tenang meski sudah diberi berbagai alat untuk membuat ia konsentrasi. Penyebabnya tiada lain karena adanya kerusakan kecil pada otak dan sistem saraf pusat yang membuat konsentrasi menjadi sangat pendek dan sulit untuk ia mengendalikannya. Ini bisa dilihat dari tingkahnya yang bergerak kesana kemari dan terkadang tidak sesuai dengan situasi yang ada di hadapannya.

anak hiperaktif susah konsentrasiTidak sedikit orang tua kerap melakukan prediksi yang salah. Artinya, mereka beranggapan bahwa anak yang sangat aktif bergerak dan sulit untuk duduk diam dianggap hiperaktif. Padahal, secara medis gejala ini diketahui saat si kecil berusia kurang lebih empat tahun atau saat memasuki awal sekolah.

Anak Hiperaktif Susah Konsentrasi Perlu Diatasi Dengan Obat?

Pada dasarnya, penanganan anak hiperaktif susah konsentrasi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Namun, karena penyebab utama dari penyakit ini adalah otak, maka pengobatan pun dimulai dari otak. sebagai langkah awal, biasanya akan dilakukan terapi secara medis yang pastinya bervariasi tergantung dari kondisi si kecil. Nah, jika terapi ini dirasa kurang mampu memberikan hasil, maka pengobatan dengan menggunakan obat tertentu disarankan.

Hanya saja, masih banyak yang memperdebatkan dengan cara ini karena menimbulkan efek samping seperti ketergantungan. Meskipun saat dikonsumsi harus sesuai dengan aturan minum, tidak menutup kemungkinan jika nantinya anak harus minum hingga dewasa.

Dukungan Keluarga Menjadi Solusi Yang Tepat

Peran orang tua serta keluarga besar untuk ikut campur dalam melakukan terapi sangat dianjurkan. Tanpa disadari, secara psikologis anak akan merasa bahwa ia begitu disayang yang secara perlahan akan merubah saraf pada otak. Memberikan permaianan atau membimbingnya dengan intensif akan membuat anak hiperaktif susah konsentarsi dapat dipulihkan.

author