Karakter Paling Berharga

No comment 614 views

Sewaktu masih muda, Abraham Lincoln mendengar ada seorang pengacara hebat yang membela seorang klien yang dituduh membunuh di suatu tempat 40 mil dari rumah Lincoln. Dia berjalan jauh untuk mendengarkan orang ini, yang dianggap paling mempesona di wilayah selatan. Setelah pidato orang ini selesai dan dia sedang melangkah dari ruang pengadilan, Lincoln melangkah ke luar dari ruang pengadilan di antara tempat duduk, kemudian memeganga tangan orang itu dan berkata, “Saya telah berjalan sejauh 40 mil untuk mendengarkan Anda. Jika Anda mau melakukannya lagi, saya akan melangkah seratus mil.” Pengacara itu melihat Lincoln yang masih muda, menyeka hidungnya dan dengan sikap sombong, berjalan keluar tanpa berbicara padanya.

Bertahun-tahun kemudian dua orang ini bertemu kembali di Gedung Putih. sang pengacara datang untuk mengajukan petisi keada Presiden Amerika Serikat atas nama orang yang telah diputuskan untuk mati.

Lincoln mendengarkan dengan sabar semua perkataan pengacara itu. Saat pengacara itu selesai bicara, Lincoln berkata: “Saya lihat kepandaian Anda berbicara tidak berubah sejak bertemu pertama kali ketika Anda membela seorang pembunuh beberapa tahun lalu. Akan tetapi dalam hal tertentu Anda telah berubah, sekarang terlihat sopan dan berbudi bahasa yan halus, dan tidak sepereti kesan pertama yang saya dapatkan di pertemuan kita yang pertama. Mungkin saya menganggap keliru terhadap Anda sebagai orang yang tidak adil, maka saya meminta maaf untuk itu. Sementara itu saya akan meminta maaf juga kepada klien Anda dan kita akan meminta pertanggung jawaban .”

Wajah pengacara tersebut pucat dan memerah saat dia meminta maaf secara singkat, karena ia tidak memperhatikan kepribadiannya yang tidak menyenangkan saat perjumpaan pertamanya dengan Lincoln. Dia merasa berperilaku kurang baik dan sangat sombong, yang nyaris merugikan dirinya jika yang dihadapinya adalah juga orang sombong dibanding Lincoln.

Dia tidakmenyangka bahwa orang yang pernah ia temui bertahun-tahun lalu adalah seseorang yang akan menjadi Presiden Amerika yang akan bertemu dengannya di gedung putih.

Refleksi:

Banyak orang berkata bahwa kesopanan adalah karakter yang paling berharga. Kesopanan tidak akan pernah merugikan atau merendahkan diri seseorang, namun akan mengembalikan dan memelihara penghargaan atas diri seseorang. Kerendahan hati dan kesopanan adalah sahabat kesuksesan yang harus terus dikembangkan, sementara kesombongan akan menjatuhkan seseorang pada saat-saat tertentu.

“Nearly all men can stand in adversity, but if you want to test a man’s character, give him power.”.
-Abraham Lincoln

 

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(Sumber : inspirasijiwa.com)

author