Kenali Penyakit Rubella Pada Anak

No comment 915 views

Campak, Rubella dan Roseola mempunyai kesamaan gejala klinis yaitu deman dan ruam. Seringnya orangtua mengira ruam tersebut adalah DBD atau alergi. Apalagi jika anak sudah diimunisasi, tak mengira itu campak. Yah, lebih tepatnya memang harus segera ke dokter. Yuk, ketahui Campak, Roseola dan Rubella. Penanganan yang tepat memudahkan anak kembali sehat.

Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan beresiko cacat. Infeksi Virus Rubela memiliki waktu inkubasi 2 sampai dengan 3 minggu.

Gejala

Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
Demam diatas 38 derajat Celsius.
Mata terasa nyeri.
Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh.
Kulit kering.
Sakit pada persendian.
Sakit kepala.
Hilang nafsu makan.
Isolasi

Dianjurkan selama diisolasi sekurang-kurangnya 4 hari setelah gejala bintik-bintik merah muncul.

Pencegahan

Imunisasi MMR pada usia 12 bulan dan 4 tahun. Vaksin rubella merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak=-kanak. Vaksin MMR diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Wanita usia subur bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella. Jika tidak memiliki antibodi, diberikan imunisasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah penyuntikan. Vaksinasi sebaiknya tidak diberikan ketika ibu sedang hamil atau kepada orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.

author