Kisah Bocah Pengidap Progeria

No comment 995 views

Masih ingat film ‘The Curious Case of Benjamin Button’ yang dibintangi Brad Pitt? Film yang diadaptasi dari buku terbitan 1922 itu menyajikan kisah unik seorang bocah bernama Benjamin yang terlahir dalam wujud fisik pria tua.

Kisah itu memang fiksi. Tapi, di Inggris, kisah senada menimpa seorang gadis cilik berusia 12 tahun bernama Hayley Okines. Jika Benjamin mengalami pertumbuhan terbalik dari tua menjadi bayi, Hayley mengalami pertumbuhan ekstra cepat hingga melampaui usianya.

Penuaan dini itu membuat Hayley yang masih berusia 12 tahun memiliki penampilan fisik bak nenek 96 tahun. Dunia medis menyebutnya sebagai progeria, penyakit langka yang menyerang satu dari setiap 8 juta orang di dunia.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, Hayley merupakan anak pengidap progeria pertama yang menjalani terapi pengobatan FTIs (farnesyltransferase inhibitors). Terapi yang dijalani sejak dua tahun terakhir ini dilakukan untuk membalikkan kelainan sel pada tubuh penderita progeria.

Meski memiliki kelainan, Hayley hidup normal layaknya anak seusianya. Ia suka mengobrol dan bermain dengan teman seusianya, selain menikmati permainan Nitendo Wii dan pernak-pernik perempuan.

Ia pun menempuh pendidikan tingkat pertama di sekolah normal. ‘Dengan kondisi fisiknya yang sangat tua dan rapuh, ia berhasil menunjukkan prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.

Orangtuanya menaruh harapan besar pada suksesnya terapi FTIs, meski mereka sadar anak dengan penyakit progeria rata-rata hanya mampu bertahan hingga usia 13 tahun. “Apapun yang terjadi kami sudah pasrah,” kata Kerry, ibu Hayley yang merupakan warga Bexhill, East Sussex, Inggris.

Penyakit mematikan seperti progeria tak sanggup membuat Hailey menjadi orang yang putus asa dan kehilangan pengharapan. Ia tetap memutuskan untuk menjalani hidupnya seutuhnya dan menikmati semua hal yang ia hadapi di dalam hidupnya. Sakit bukanlah penghalang, dan semangat hidup Hailey telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang di muka bumi ini untuk memandang hidup sebagai suatu hal yang berharga dan tak pantas untuk disia-siakan.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : VIVAnews )

author