Kisah Joseph Lau Dibalik Kesuksesan Sogo

No comment 1139 views

Taipan asal Hong Kong ini berhasil mengembangkan bisnis departement store dari Jepang di tanah kelahirannya, dengan membeli aset-aset Sogo. Bersama adik laki-lakinya, Joseph Lau mengubah Sogo menjadi departement store terbesar dan termegah di kawasan bekas jajahan Inggris tersebut. Ia juga berhasil mengusai sektor real estate Hong Kong yang kemudian menjadikannya sebagai orang terkaya sejagat urutan 451 versi Majalah Forbes.

Tahun 2010, adalah tahun fenomenal bagi Joseph Lau. Sebab, ia sukses mengembangkan bisnis ritel pakaian di bawah bendera Sogo Hong Kong. Tak cuma itu, taipan asal China ini juga sukses mengembangkan usaha real estate dengan mendirikan rumah dan apartemen di Hong Kong.

Joseph pun menjadi pendatang baru dalam daftar orang terkaya versi Forbes dengan nilai kekayaan melebihi US$ 5,8 miliar di 2010. Di Hong Kong, ia dikenal sebagai pemilik gedung-gedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan.

Ia punya insting yang bagus, ketika mengambil alih Sogo, departement store asal Jepang yang mengalami kebangkrutan lantaran terbelit utang segunung.

Joseph kemudian membeli gedung yang lebih mirip seperti bangunan toko kelontong dibandingkan pusat perbelanjaan pada 2000. Bersama adiknya, Thomas Lau, Joseph merenovasi gedung tersebut. Dia pun mengubah Sogo yang berada di kawasan Causeway Bay menjadi salah satu pusat berbelanja terbesar di Hong Kong.

Tak sampai lima tahun, di bawah bendera Lifestyle Internasional Holding, Joseph membuka dua cabang Sogo di daerah Kowloon dan Tsuen Wan. Sogo di kedua tempat itu lantas menjadi landmark pusat belanja bagi warga Hong Kong dan wisatawan.

Di setiap gerainya, ayah tiga anak ini mengadopsi toko fesyen Jepang yang memperkenalkan konsep one stop shop: satu kawasan yang menawarkan aneka jenis belanja sekaligus.

Dengan mengutamakan kualitas barang, jasa, kenyamanan berbelanja, dan lingkungan belanja yang menyenangkan, popularitas Sogo pun menanjak pada 2004. Joseph yakin, Sogo bisa menjadi salah satu bagian keberhasilan model bisnis ritel karena menjual lebih dari 150 merek lokal dan internasional, seperti Burberry, Salvatore Ferragamo, dan Bruno Magil.

Joseph bercita-cita kehadiran Sogo bisa memikat pasar ritel regional, sambil terus menarik wisatawan asing dari seluruh dunia dengan pengalaman belanja yang berbeda.

Lifestyle Internasional Holdings, induk usaha Sogo, berhasil melantai di Bursa Hong Kong melalui penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO), yang mendulang dana HK$ 1,26 miliar.

Industri fesyen yang dibangun Joseph juga membawa berkah tersendiri baginya. Selain mampu mereguk untung besar, ia juga menjelma menjadi kaum sosialita di Hong Kong. Banyak bergaul dengan para artis dan pelaku industri fasyen membuat namanya kerap kali disandingkan dengan jajaran wanita-wanita cantik, mulai dari artis muda hingga Miss Hong Kong yang belakangan dia akui sebagai kekasihnya.

Lelaki 59 tahun yang terkenal dengan gaya hidup mewah ini juga terkenal dengan beragam koleksinya. Joseph mempunyai koleksi anggur terbaik di dunia dengan jumlah minimal 10.000 botol. Ia juga seorang pecinta seni. Joseph pernah membeli salah satu hasil jepretan fotografer Andy Warhol seharga US$ 17,4 juta pada November 2006 lalu.

Miliader Hong Kong ini juga membeli dua pasang patung Kaisar Crane seharga US$ 16,7 juta. Nilai ini menjadi pembelian tertinggi pada sebuah lelang di Hong Kong. Kabarnya, pembelian patung itu demi sebuah gengsi semata.

Tak ketinggalan, pemilik China Estate Holdings ini juga membeli pesawat Boeing 787 Dreamliner yang bisa membawa 300 orang dengan harga US$ 153 juta. Sebab, ia merasa fasilitas dan layanan pesawat komersial yang ditumpanginya selalu mengecewakan.

Joseph juga merogoh koceknya sebesar £ 33 juta untuk membeli rumah di kasawan elite Eaton Square, Belgravia. Rumah tersebut lengkap dengan fasilitas bioskop pribadi, kolam renang, dan pusat kebugaran.

author