Kisah Pengorbanan Sang Jendral

No comment 1518 views

Pada  jaman  dahulu  hiduplah  dua  orang  jendral  perang besar, Cyrus dan
Cagular.  Cyrus  adalah raja Persia yang terkenal. Sedangkan Cagular adalah
kepala  suku  yang  terus-menerus  melakukan  perlawanan  terhadap  serbuan
pasukan Cyrus.

Pasukan  Cagular  mampu  merobek-robek  kekuatan  tentara  Persia  sehingga
membuat  berang  Cyrus  karena  ambisinya untuk menguasai perbatasan daerah
selatan  menjadi  gagal.  Akhirnya,  Cyrus  mengumpulkan  seluruh  kekuatan
pasukannya,  mengepung  daerah  kekuasaan  Cagular  dan  berhasil menangkap
Cagular  beserta keluarganya. Mereka lalu dibawa ke ibu kota kerajaan Persia
untuk diadili dan dijatuhi hukuman.

Pada  hari  pengadilan,  Cagular  dan  istrinya  dibawa  ke  sebuah ruangan
pengadilan.  Kepala  suku  itu  berdiri  menghadapi singgasana tempat Cyrus
duduk  dengan  perkasanya.  Cyrus  tampak terkesan dengan Cagular. Ia tentu
telah mendengar banyak tentang kegigihan Cagular.

“Apa  yang  akan  kau  lakukan  bila aku menyelamatkan hidupmu?” tanya sang
kaisar. “Yang  mulia,”  jawab  Cagular, “Bila Yang Mulia menyelamatkan hidup
hamba, hamba  akan  kembali pulang dan tunduk patuh pada Yang Mulia sepanjang
umur hamba.”

“Apa  yang  akan  kau  lakukan bila aku menyelamatkan hidup istrimu?” tanya
Cyrus lagi. “Yang  mulia,  bila  Yang  Mulia  menyelamatkan  hidup  istri
hamba, hamba bersedia mati untuk Yang Mulia,” jawab Cagular.

Cyrus  amat  terkesan  dengan  jawaban  dari  Cagular.  Lalu ia membebaskan
Cagular  dan  istrinya.  Bahkan ia mengangkat Cagular menjadi gubernur yang
memerintah di propinsi sebelah selatan.

Pada  perjalanan  pulang,  Cagular  dengan  penuh  antusias  bertanya  pada
istrinya,  “Istriku,  tidakkah  kau  lihat  pintu  gerbang  kerajaan  tadi?
Tidakkah  kau lihat koridor ruang pengadilan tadi? Tidakkah kau lihat kursi
singgasana tadi? Itu semuanya terbuat dari emas murni!”

Istri Cagular terkejut mendengar pertanyaan suaminya, tetapi ia menyatakan,
“Aku benar-benar tidak memperhatikan semua itu.”
“Oh begitu!” tanya Cagular terheran-heran, “Lalu apa yang kau lihat tadi?”
Istri  Cagular  menatap  mata  suaminya  dalam-dalam. Lalu ia berkata, “Aku
hanya  melihat  wajah  seorang  pria yang mengatakan bahwa ia bersedia mati
demi hidupku.”

Apakah  anda  tahu  demi  apa  anda mati? Demi kekasih anda? Rumah? Negara?
Keyakinan?  Kebebasan?  Cinta?  Tentukan demi apa anda bersedia untuk mati, dan
anda pun akan menemukan demi apa anda hidup. Hiduplah demi sesuatu yang anda
bersedia  untuk berkorban, bahkan mati pun rela, maka anda akan hidup dengan
penuh. Anda pun akan menemukan bagaimana anda bisa berbahagia. (Steve Goodier)

Tolong “share” ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada kisah di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

author