Kisah Rahmat Gobel

No comment 1235 views

Rahmat Gobel lahir di Jakarta, 3 September 1962; umur 47 tahun. Ia adalah generasi kedua dari keluarga Gobel untuk mengendalikan perusahaan National Gobel yang sekarang bernama Panasonic Gobel Indonesia. Rahmat Gobel juga menjadi Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronika Indonesia. Ia merupakan anak Thayeb Mohammad Gobe. Thayeb Mohammad Gobel dikenal luas sebagai pelopor industri elektronik Indonesia dengan mendirikan National Gobel pada Januari 1971. Ia mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan atas jasanya mengembangkan industri elektronik di Indonesia.

Karir
Rahmat merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara dan anak laki-laki tertua dari mendiang H Thayeb Mohammad Gobel (generasi kedua). Masa studinya dari SD sampai SMA di Indonesia. Selepas SMA, Rahmat melanjutkan studi sarjananya di Jepang. Ia menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Chuo, Tokyo, Jepang pada 1987 dan kemudian dia menjalani praktek kerja di Matsushita Group. Pada 1989 Rahmat Gobel kembali ke Indonesia dan menduduki posisi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel.Perusahaan ini merupakan joint venture pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang manufaktur elektronika.

Namun, pada akhirnya ia juga yang menempati posisi Presiden Direktur PT National Gobel (sekarang bernama PT. Panasonic Gobel).Ia terus berupaya ‘mempertahankan’ perusahaan warisan ayahnya ini. Ia bukan saja mengelola bisnisnya agar tetap bertahan di tengah masa krisis, namun juga berusaha membangun perusahaan sekaligus membangun tempat kerja bagi banyak orang.

Berawal pada 1970, Panasonic bekerjasama dengan National Gobel dalam penjualan produk-produk perusahaan Jepang tersebut di Indonesia. Sedangkan tahun 1980 nama National Gobel berubah menjadi Gobel Dharma Nusantara dan di tahun 1991 berubah menjadi National Panasonic Gobel. Dan akhirnya mulai 1 April 2004 berganti nama menjadi PT. Panasonic Gobel Indonesia.

Berbekal filosofi pisang dari ayahnya dan filosofi air dari Matsushita, rekan kerja ayahnya dan juga pendiri Panasonic Jepang, Rahmat mampu mejalankan bisnis warisan itu dengan baik. Sehingga, akhirnya ia mampu menciptakan berbagai produk yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sebagai contoh adalah industri baterai yang dimiliki PT. Panasonic Gobel Battery Indonesia (PGBI). Sebagai produsen baterai mangan, baterai lithium dan senter dengan brand Panasonic, Rahmat Gobel membawa PGBI mengukir prestasi menjadi salah satu yang terbesar di antara keluarga Panasonic Baterray Group yang tersebar di 14 negara. Hasil produksinya masuk dalam pasar lokal maupun global pada lebih dari 60 negara. Sejak tahun 2002 (dari tahun berdiri 1972) PGBI telah mencapai kebebasan finansial dan menjadi perusahaan dengan pinjaman nol.

Pendidikan:
* Doktor Kehormatan dari Universitas Tokushoku, Tokyo, Jepang (2002)
* Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Universitas Chuo, Tokyo, Jepang (1987)

Pengalaman Organisasi:
* Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Maritim[6]
* Ketua Dewan Pelindung Komite Ekonomi Jepang-Indonesia (IJEC) Kadin
* Ketua Gabungan Elektronik (Gabel)
* Ketua Eksekutif Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat)
* Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ)
* Ketua Dewan Pelindung Masyarakat Gorontalo Lamahu
* Anggota Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia
* Ketua Yayasan Melati-Sakura
* Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada)
* Pelindung Yayasan Matsushita Gobel
* Pelindung Yayasan Anugrah Musik Indonesia

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : topmotivasi.com )

author