Kisah Samantha Smith

No comment 773 views

Hubungan antara AS dan Uni Soviet itu begitu tegang bahkan hingga AS memboikot Olimpiade 1980 hanya karena diselenggarakan di Moskow. Carter bahkan berhenti berbicara dengan Soviet dan Ronald Reagan menyebut Uni Soviet sebuah “kekaisaran jahat” yang nyata. Dan Reagan tidak menggunakan tanda kutip untuk nunjukin kalau ia hanya bercanda gan.
Dan saat itu gan, seorang anak yang berpikiran luas, Samantha Smith yang sedang berumur 10 tahun menulis surat kepada kepala Soviet Yuri Andropov lalu bertanya apakah “dia akan memilih untuk berperang atau tidak,”

Samantha Smith lahir pada tanggal 29 Juni 1972, di kota kecil Houlton, Maine , perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada. Pada usia lima tahun, ia menulis surat kepada Ratu Elizabeth II untuk mengekspresikan kekagumannya tentang monarki.

Pada bulan November 1982, ketika Smith berusia 10 tahun, ia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet yang baru Yuri Andropov, menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat sangat tegang

surat Samantha:

Dear Mr Andropov,

Nama saya Samantha Smith. Umur saya sepuluh tahun. Selamat atas pekerjaan baru Anda. Saya khawatir mengenai Rusia dan Amerika Serikat yang akan masuk pada perang nuklir. Apakah Anda akan memilih untuk berperang atau tidak? Jika tidak tolong beritahu saya bagaimana Anda akan membantu untuk tidak berperang. Pertanyaan ini tidak perlu Anda jawab, tapi saya ingin tahu mengapa Anda ingin menaklukkan dunia atau setidaknya negara kita. Tuhan menciptakan dunia bagi kita untuk hidup bersama dalam damai dan tidak saling melawan.

Hormat kami,

Samantha Smith

Surat Samantha diumumkan dalam surat kabar Soviet Pravda. Samantha senang surat itu telah diterbitkan, namun ia tidak menerima balasan. Ia lalu mengirim surat kepada Duta Besar Uni Soviet untuk Amerika Serikat dan bertanya apakah Mr Andropov akan membalas suratnya. Pada tanggal 26 April 1983, ia menerima respon dari Andropov, dan juga, undangan untuk mengunjungi soviet. Jangan lupa gan, sampai di sini Samantha masih berumur sepuluh tahun.

Sebuah sirkus media pun terjadi, Smith diwawancarai oleh Ted Koppel dan Johnny Carson dan dengan laporan malam oleh jaringan besar Amerika. Pada tanggal 7 Juli 1983, ia terbang ke Moskow dengan orang tuanya, dan menghabiskan dua minggu sebagai tamu pribadi Andropov. Samantha bahkan berbicara pada sebuah konferensi pers di Moskow, dan menyatakan bahwa Rusia adalah “sama seperti kita”. Di Artek, Smith memilih untuk tinggal dengan anak-anak Soviet ketimbang mengambil akomodasi istimewa yang ditawarkan padanya.

Andropov, sayangnya, tidak bisa bertemu dengan Samantha selama kunjungannya gan, meskipun demikian mereka berbicara melalui telepon. Smith juga menerima panggilan telepon dari kosmonot Rusia Valentina Tereshkova , wanita pertama yang mengorbit bumi. Media mengikuti setiap langkah Samantha -foto dan artikel tentang dirinya diterbitkan oleh surat kabar dan majalah utama Soviet sepanjang perjalanan dan setelahnya. Samantha dikenal secara luas oleh warga negara Soviet dan dihormati.

Samantha kembali ke Amerika Serikat pada tanggal 22 Juli 1983, dirayakan oleh orang-orang dari Maine dengan mawar, karpet merah, dan limusin serta popularitasnya terus tumbuh di negeri asalnya. Pada bulan Desember 1983, dalam perannya sebagai “Duta Besar Amerika Termuda”, ia diundang ke Jepang, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Yasuhiro Nakasone dan menghadiri Simposium Anak Internasional di Kobe. Dalam sambutannya pada simposium tersebut, ia menyarankan agar para pemimpin Amerika bertukar cucu dengan Uni Soviet selama dua minggu setiap tahun, dengan alasan bahwa seorang presiden “tidak ingin mengirim bom ke suatu negara dimana cucunya sedang berkunjung”.

author