Kisah Seorang Ibu Dan Pedagang

No comment 1556 views

Seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. Si Pemilik Supermarket,mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.

“Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang.”

Si Pemilik Supermarket tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. “Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,” alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata : “Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini.” Karena malu, Si Pemilik Supermarket akhirnya mengatakan, “Tidak perlu,Pak. saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.
” Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?”
” Ya, Pak. Ini,” katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.”
Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.”

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Si Ibu Kumal menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si Pemilik Supermarket terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah.
Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan Si Ibu tadi sambil berucap kecil,
“Aku tidak percaya pada yang aku lihat.” Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.

Lalu, Si Ibu Kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, Si Pemilik Supermarket menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan Si Pemilik Supermarket terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik Supermarket merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja Si Ibu Kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
” Ya Allah, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.”
Si Pemilik Supermarket terdiam. Si Ibu Kumal, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang kepadanya.
Si Pemilik Supermarket kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.Ternyata memang hanya Allah SWT yang tahu bobot sebuah doa.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

( Sumber : Sedekah sehari Rp.1000 – fb )

author