Kontak skin-to-skin dan inisiasi menyusui dini

Apa yang dilakukan setelah bayi lahir baru saja? Mungkin hal ini menjadikan kebingungan bagi banyak Ibu. Nah jika bayi yang dilahirkan sehat, maka seluruh tubuh bayi akan dikeringkan selain bagian tangannya. Setelah dilahirkan, bayi akan merasakan perbedaan suhu. Suhu diluar akan lebih rendah daripada suhu di dalam rahim ibu, yaitu sekitar 36,5-37,5 derajat Celsius. tentu keadaan ini kurang baik bagi kesehatan bayi. Perbedaan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan bayi mengalami hipotermia (suhu tubuh rendah). Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya berbagai gejala seperti hipoglikemia (gula darah rendah), gangguan pernafasan, lemas atau gelisah, kejang, dan sesak napas.

Lantas apa yang harus dilakukan agar bayi tidak mengalami hipertemia? Ya, tentu saja segera membuat kulit bayi hangat kembali dan menyesuaikannya seperti ketika berada dalam kandungan. Salah satu caranya adalah dengan metode kontak skin-to-skin. Kontak kulit bayi dengan ibu ini mengadopsi perawatan metode kangguru.

Cara untuk melakukan kontak skin-to-skin ini,letakkan bayi di dada dan perut ibu. Kulit bayi dan Ibu harus menempel dan mata bayi diletakkan sejajar dengan puting Ibu. Bayi diselimuti dan dibiarkan mencari puting susu sendiri. Jika dalam tempo satu jam bayi tidak juga mencari puting susu, maka dapat dipancing dengan mengarahkannya.

metode menidurkan bayi

Ketika sudah menemukan puting susu, maka bayi akan menyusu, metode ini disebut inisiasi menyusui dini (IMD). IMD ini bertujuan agar bayi mendapatkan colustrum dari ASI pertama. Hal ini penting karena banyak sekali manfaat colustrum bagi bayi. Selain itu dengan kontak skin-to-skin, dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena bakteri baik di kulit ibu akan masuk ke tubuh bayi. apat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena bakteri baik di kulit ibu akan masuk ke tubuh bayi

author