Kunci Sukses Melatih Kedisiplinan Anak Usia Dini

No comment 641 views

Ketika seorang anak beranjak memasuki usia balita ia akan mengalami berbagai perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupannya sehari – hari. Tak hanya perubahan sikap menuju sesuatu yang positif saja, namun juga ada beberapa yang mengarah pada hal negatif. Anak yang tengah tumbuh pada masa – masa ini akan memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga mendorongnya untuk melakukan berbagai eksperimen kecil. Hal seperti ini tentu adalah sesuatu yang baik untuk anak, namun disisi lain ketidak hati – hatiannya seringkali menimbulkan masalah.

Selain kurang hati – hati sikap negatif lain yang sering ditunjukkan anak adalah kurang disiplin, entah itu disiplin waktu maupun perbuatan. Sebagai contoh ketika anak sedang asik bermain sering kali ia lupa waktu makan dan mandi contoh lain ketika mereka bermain dengan mainnya seringkali ia tertarik dengan hal lain lantas meninggalkan begitu saja mainannya dalam kondisi berantakan. Hal – hal seperti ini tentu tak jarang anda temui dalam keseharian anda. Meskipun terdengarnya spele namun kebiasaan seperti ini akan sangat mempengaruhi tingkat kedisiplinannya ketika dewasa.

Lantas apa yang dapat anda lakukan untuk mengatasi masalah ini? Ada banyak sekali tips dan trik yang dapat anda lakukan guna melatih kedisiplinan anak.

disiplin

Tips mengajarkan kedisiplinan kepada anak

Mulailah dengan pembiasaan. Membiasakan sesuatu kepada anak memang cukup sulit, terutama dengan sikap dan sifatnya yang unik. Namun meskipun demikian bukan berarti hal ini tidak dapat dilakukan. Pembiasaan dapat anda lakukan dengan memebrinya contoh dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan, misalnya dengan mengajak anak membereskan mainannya, tempat tidurnya, membuang sampah pada tempatnya, dan beberapa contoh kegiatan sederhana lainnya.

Berikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya kedisiplinan. Konsep fikiran anak dalam memehami suatu pemahaman tentu sangat berbeda dengan orang dewasa. Maka dari itu sampaikan pemahaman tersebut dengan cara yang mudah dipahami anak, misalnya saja melalui dongeng atau cerita fiktif. Sampaikan pula pemahaman tersebut dalam suasana yang hangat penuh rasa cinta dan kasih sayang.

author