Macam-Macam Permainan yang mencerdaskan anak

Bermain merupakan dunia anak-anak. Menurut pendapat banyak ahli psiko;ogi, pada masa kanak-kanak yaitu 2-7 tahun, anak memiliki kesukaan, antara lain bermain, berpura-pura menjadi orang lain (bermain peran), mereka mulai mengenali orang lain diluar lingkungan keluarganya, berinteraksi dengan teman sebaya, serta sangat menyukai bermain.

Terkadang ada Ibu yang over protective, sehingga tidak membiarkan anaknya bermain karena ini itu. Hal ini harus segera dihentikan, karena sama saja Bunda telah merenggut masa kanak-kanak ini dan menyebabkan anak tidak melalui tahap perkembangan secara normal. Dalam teori psikologi perkembangan anak, jika manusia tidak melalui suatu tahap pertumbuhan dan perkembangan yang semestinya dengan normal, maka akan ada masalah pada tahap perkembangan berikutnya.

puzzle

Oleh karena itu, biarkan saja anak bermain tetapi tetap saja Bunda harus berperan untuk mengawasinya untuk memastikan segala sesuatunya baik. Selain itu, Bunda juga dapat memandu anak-anak untuk memainkan permainan yang mampu mengasah kecerdasan kognitif mereka. Jenis permainan ini antara lain:

  1. Puzzle, akan melatih kemampuan anak untuk mengamati pola serta memasangakan dan menyusun potongan –potongan bentuk tertentu.
  2. Permainan bentuk dan warna dengan gambar-gambar, sebagai pengenalan anak pada warna dan gambar
  3. Polisi-polisisan atau dokter-dokteran, sebagai sentra peran yang melatih kognitif anak serta kreativitas mereka.
  4. Game edukasi, seperti sodoku atai fibonacci, sebagai pemicu kecerdasan matematik anak
  5. Serta masih banyak lagi mainan edukatif untuk anak.
author