Manakah yang Baik Antara Popok Sekali Pakai dan Popok kain?

Pada usia 0-2 tahun, bayi biasanya masih sering mengompol. Mengompol saat di rumah ataupun saat bepergihan tentu sangat merepotkan Ibu. Para orang tua harus sering mengganti celana bayi, belum lagi kalau pipisnya ke mana-mana dan mengotori tempat lain. Hal ini akan sangat merepotkan dan menambah beban cucian Ibu.

Solusi ynag sering kali diambil oleh ibu-ibu masa kini adalah dengan menggunakan popok bayi. Popok merupakan kain atau bahan plastik seperti celana yang sberfungsi untuk menahan air kencing bayi agar tidak membasahi celana. Popok terdiri dari lapisan luar, lapisan inti yang mengandung absorben, dan lapisan dalam. Lalu apakah kedua popok baik untuk bayi? Kriteria popok seperti apa yang aman untuk bayi?

Dalam artikel ini akan dicoba untuk menguraikan alasan pemilihan popok kain atau popok sekali pakai yang baik untuk Si Kecil. Untuk mengetahuinya, tentu kita harus mengenali karakteristik kedua macam popok. Pada popok sekali pakai umumnya berpori, halus, dan menjaga kulit tetap kering dengan formula khusus, seperti zinc oxide, aloe vera dan petroleum. Absorben yang digunakan adalah selulosa dan absorbent gelling material (AGM) atau superabsorben. Absorben jenis ini mampu memisahkan feses dengan cairan, serta mengunci cairan.

merangkak

Popok dengan bahan kain biasanya menggunakan absorben dari polyester (sering disebut microfiber), katun, bambu, dan rami. Polister memiliki kemampuan serap yang cukup tinggi namun akan berkurang seiring berjalannya waktu dan menimbulkan bau. Bahan bambu menyerap dengan baik namun dapat berefek negatif sebagai akibat dari proses pengolahannya. Jika Anda tetap ingin menggunakan popok kain, sebaiknya memilih yang berbahan katun.

Pada intinya, sebagai penyerap kencing bayi, popok haruslah menyerap dengan baik dan menjaga kulit tetap kering. Banyak cara memilih popok bayi. Namun, popok yang baik adalah yang berbahan AGM, berformula khusus, dan berpori.

author