Masakan Sendiri Lebih Sehat Untuk Menu Keluarga

Keluarga merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi setiap anggota keluarga.

Jangan abaikan kebiasaan makan bersama dan mengonsumsi makanan buatan keluarga sendiri. Justru cara seperti ini bisa mencegah anggota keluarga dari sakit, mencegah obesitas, hingga memperbaiki kecukupan gizi.

Alasannya, semua makanan yang dimasak sendiri biasanya lebih terkontrol higienisnya dan dipilih dari bahan makanan yang berkualitas baik. Mulai dari lauk, sayuran, hingga bumbu yang dipakai.

Beda halnya kebiasaan makan dengan membeli makanan di luar rumah. Selain hanya bisa terima jadi makanan yang tersedia, banyak olahan yang cenderung kaya lemak trans. Misalnya, makanan di restoran cepat saji. Juga, makanan kaki lima sering terlihat kurang terjaga higienisnya dan terlihat kerap memakai minyak jelantah untuk menggoreng lauk pauk. Hal ini berisiko bagi kesehatan.

Peneliti dari Rutgers mengatakan, dari 68 laporan ilmiah disebutkan,  suasana makan bersama keluarga di rumah erat kaitannya dengan baiknya kesehatan anak-anak. Bahkan, makan bersama lebih bisa mengintrol terjadinya obesitas. Anak-anak yang sering makan bersama keluarga rata-rata punya indeks massa tubuh yang rendah dibanding anak-anak yang sering makan dengan jajan di luar.

Kebaikan ini bukan hanya didapat oleh anak-anak, tetapi semua anggota keluarga ikut merasakaannya. Memasak sendiri juga lebih menghemat pengeluaran keluarga. Jadi, lebih baik memasak makanan sendiri dan menikmatinya bersama keluarga. Kesehatan didapat, ikatan keluarga semakin erat.

author