Memahami Detail Alergi Makanan pada Bayi

No comment 458 views

Tidak menutup kemungkinan bahwa alergi makanan pada bayi terjadi di saat usia mereka masih begitu muda. Alergi makanan tersebut terjadi karena terdapat suatu reaksi kekebalan tubuh serta ditunjukkan langsung oleh tubuh itu sendiri. Sebagai contoh, seorang anak yang alergi terhadap udang bisa saja bereaksi gatal, sesak nafas, dan muntah. Ada beberapa hal penting yang mencirikan anak sedang terkena alergi. Berikut kami berikan beberapa tandanya.

  • Perut bayi yang membesar atau kembung.
  • Pup bayi yang lebih cair atau bisa dikatakan mencret.
  • Bayi akan lebih sering buang air besar.
  • Bayi yang lebih rewel dan suka menangis karena terdapat ketidaknyamanan pada organ pencernaan.
  • Gatal, eksim, dan biduran pada kulit bayi.
  • Bayi mengalami batuk.
  • Nafas bayi tersengal-sengal.
  • Bibir serta tenggorokan bayi mengalami pembengkakan.
  • Mata bayi tampak memerah dan berair.

Alergi makanan pada bayi mempunyai penyebab utama berupa makanan. Di bawah ini, ada beberapa makanan yang berpotensi memicu alergi makanan pada tubuh bayi.

Telur

Kulit bisa tampak kemerahan serta bengkak-bengkak apabila bayi mendapatkan alergi dari telur. Bagian telur yang berwarna putih bisa menyebabkan reaksi alergi. Beberapa telur yang biasanya memicu alergi adalah telur ayam, bebek, serta burung puyuh.

Susu

Susu sapi dan kambing bisa membuat bayi diare, mual, dan muntah. Untuk menanganinya, anda tentu memerlukan konsultasi dokter segera. Kemudian berikan susu yang jenis proteinnya lebih mudah dicerna oleh bayi sehingga tidak mengalami alergi. Jenis susu yang biasa dijadikan alternative adalah susu kedelai.

Kacang tanah

Kacang tanah mampu menyebabkan alergi berupa warna kemeraan dan rasa gatal pada kulit bayi. Protein nabati yang tinggi di dalam kacang tanah disinyalir menjadi penyebabnya.

Ikan

Ikan memang salah satu makanan yang terkenal bisa menimbulkan alergi pada sebagian bayi. Untuk mencegahnya, sebaiknya jangan dulu berikan makanan yang mengandung ikan ketika bayi belum berumur 6 bulan. Ketika bayi sudah mencapai 8 atau 12 bulan, maka ikan dapat menjadi bagian dalam menu bayi.

Itulah beberapa pemahaman penting dalam alergi makanan pada bayi. Semoga membantu anda.

author