Memahami Perilaku Autis Pada Anak

No comment 856 views

Autis adalah Kombinasi dari beberapa gangguan perkembangan saraf, otak dan perilaku pada anak yang secara tipikal muncul pada tiga tahun pertama usia anak. Kata ‘autisme’ itu sendiri, berasal dari bahasaYunani “autos”, yang berarti diri sendiri. Sehingga biasanya anak-anak penyandang Autisme itu seakan-akan hidup dalam dunianya sendiri, meski di tengah keramaian sekalipun.

Gejala-gejala Autis

Autisme muncul dalam karakteristik atau gejala-gejala dengan berbagai kombinasi gangguan dari yang ringan sampai berat.Gangguan ini umumnya mencakup beberapa aspek, yakni:

Gangguan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal

Kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan.
Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat.
Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain
Tidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai.
Ekolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa tahu artinya.
Bicaranya monoton seperti robot
Bicara tidak digunakan untuk komunikasi Mimik datar

Bersosialisasi (bergaul)

Menolak atau menghindar untuk bertatap muka
Tidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli
Merasa tidak senang atau menolak dipeluk
Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan tangan orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya
Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain
Saat bermain bila didekati malah menjauh

.

Kelainan Penginderaan

Sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat.
Menggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja
Bila mendengar suara keras, menutup telinga
Menangis setiap kali dicuci rambutnya
Meraskan tidak nyaman bila diberi pakaian tertentu
Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan.

Perilaku

Sering dianggap sebagai anak yang senang kerapian harus menempatkan barang tertentu pada tempatnya
Anak dapat terlihat hiperaktif misalnya bila masuk dalam rumah yang baru pertama kali ia datang, ia akan membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah.
Mengulang suatu gerakan tertentu (menggerakkan tangannya seperti burung terbang). Ia juga sering menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala di dinding
Dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam), duduk diam bengong dengan tatap mata kosong. Marah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang. Tidak dapat menunjukkan akal sehatnya. Dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri.
Gangguan kognitif tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.
Dapat sangat agresif terhadap orang lain atau dirinya sendiri (seperti membentur-benturkan kepala, menggigit tubuh dan benda-benda keras).
Seringkali sulit mengubah rutinitas sehari hari.

Walaupun autisme dapat didefinisikan sebagai sekumpulan gejala, tapi anak-anak dengan gangguan autisme dapat menunjukkan kombinasi perilaku dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Semua gejala tersebut di atas dapat timbul secara bersamaan pada satu anak. Tapi, bisa jadi pada dua anak yang didiagnosa autisme dapat berperilaku berbeda satu sama lain. Yang pasti anak autis bukanlah anak yang memiliki kelainan jiwa (gila). Ia adalah anak normal yang hanya mengalami gangguan perkembangan. Masa depannya bisa kembali berjalan baik bila, dan hanya bila, mendapat penangan multi terapi yang memadai dan optimal.

Gangguan perasaan dan emosi

Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab nyata
Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan
Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan merusak.

Gangguan dalam bermain

Bermain sangat monoton dan aneh misalnya menderetkan sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar bola pada mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama.
Adakelekatan dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa kemana saja dia pergi.
Bila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya.
Tidak menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol, gelang karet, baterai atau benda lainnya
Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura.
Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak.
Perilaku yang ritualistik sering terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.

author