Memahami Status Gizi Anak dan Metode Penilaiannya

Gizi merupakan salah satu faktor terpenting dalam menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebutuhan gizi anak yang tengah dalam tahap pertumbuhan emasnya tentu sangat tinggi dan kebutuhan gizi ini hendaknya dapat dipenuhi agar proses pertumbuhan dapat berjalan normal dan lancar. Dalam hal ini ukuran keberhasilan pemenuhan gizi anak dapat dilihat melalui berat dan tinggi badan anak, yang selanjutnya dikenal dengan istilah status gizi.

Status gizi juga dapat diartikan sebagai status kesehatan anak yang disebabkan oleh tingkat ketercukupan dan keseimbangan antara kebutuhan dan pemenuhan  gizi. Status gizi pada anak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik dari dalam diri (internal)maupun dari luar diri (eksternal)anak.

Faktor internal yang mempengaruhi status gizi anak antara lain usia, kondisi fisik, dan infeksi atau penyakit dalam diri anak. Sedangkan faktor dari luar atau eksternal kebanyakan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi orang tua seperti pekerjaan, pendapatan, dan pendidikan serta budaya yang berkembang di masyarakat.

status gizi

Penilaian status gizi seseorang menurut pakar kesehatan dan gizi anak dapat dilakukan melalui berbagai cara atau metode, seperti berikut:

  • Antropometri, yakni penilaian status gizi anak dengan melakukan pengukuran dimensi tubuh anak seperti berat dan tinggi serta komposisi tubuh anak. Penilaian dengan car ini biasanya lebih melihat pada keseimbangan asupan nutrisi dan energy.
  • Klinis, yakni metode penilaian status gizi yang berhubungan dengan perubahan – perubahan diri yang nampak secara fisik pada anak yang mengindikasikan kondisi gizi yang tidak terpenuhi. Misalnya dengan memperhatikan perubahan pada mata, kulit, rambut, dan organ – organ yang dekat dengan permukaan tubuh lainnya.
  • Biokimia, yakni metode penilaian status gizi anak yang dilakukan dengan uji labolatoriun pada sampel berbagai jaringan tubuh seperti darah dan urine.
  • Biofisik, yakni penilaian status gizi dengan memperhatikan fungsi organ tubuh dan struktur jaringan yang dibandingkan dengan kemampuan atau fungsi organ tubuh pada normalnya.
author