Memahami Teori Perkembangan Kognitif Anak

No comment 535 views

Perkembangan anak dalam setiap tahapannya mencakup berbagai aspek yang mana satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan saling mempengaruhi, salah satu aspek yang penting adalah kognitif atau kecerdasan. Anak sejak lahir sudah dibekali dengan kecerdasan masing – masing yang setiap individu berbeda dengan yang lainnya. Kecerdasan ini akan terus berkembang seiring dengan tahapan yang dilalui. Salah satu teori perkembangan kognitif anak yang sangat terkenal adalah teori yang dikemukakan oleh Piaget. Psikolog asal Swiss ini mengemukakan bahwa perkembangan kognitif merupakan perpaduan antara tingkat kedewasaan otak dan sistem saraf anak, serta kemampuan beradaptasi pada lingkungan sekitar. kognitif Selanjutnya Piaget dalam teorinya mengemukakan tahap perkembangan kognitif anak terbagi menjadi 4 tahap yang masing – masing memiliki ciri khas, namun tetap berkaitan satu dengan yang lain. Berikut tahap – tahap perkembangan kognitif anak:

  • Sensorimotor (0-18 bulan)

Pada tahap ini anak umumnya anak baru mulai belajar melalui perasaan, reflex, dan manipulasi bahan. Serta masih banyak bergantung pada orang tuanya.

  • Praoperasional (18 bulan – 6 tahun)

Pada tahap ini anak umumnya sudah mampu menysun ide berdasarkan persepsinya, hanya berfokus pada satu variable tertentu pada setiap waktu, dan memiliki pemikiran yang egosentris.

  • Operational konkret (6 – 12 tahun)

Pada tahap ini anak telah memasuki masa kanak – kanak akhir sehingga telah mampu menyusun ide berdasarkan pemikiran yang logis namun masih terbatas dengan benda – benda atau hal yang secara nyata ada di sekitarnya.

  • Operasional formal (12 tahun keatas)

Tahap ini merupakan tahapan dimana masa kanak – kanak telah dilalui dan mereka telah memasuki tahapan baru sebagai remaja. Pada tahap ini anak telah mampu berfikir secara konseptual dengan hipotesis – hipotesis yang logis.

author