Membentuk akhlak mulia melalui Kisah Nabi dan Rasul

Untuk membentuk pribadi anak yang baik, banyak hal yang dapat dilakukan. Selain dengan membiasakannya berbuat baik, kelembutan/ hati yang baik dapat diajarkan melalui kisah-kisah nabi dan rasul yang tentu saja mengandung banyak teladan mulia. Saalah satu kisah nabi yang sangat populer dan menyentuh hati pendengarnya adalah kisah nabi Nuh.

anak
Nabi Nuh diutus pergi ke negeri Armenia untuk mengajak manusia agar menyambah Allah SWT. Namun, penduduk tetap membangkang dan bersikukuh bahwa berhala adalah Tuhannya. Hal ini membuat Nabi Nuh sedih dan kecewa atas usaha yang telah ia lakukan selama ini.

Genap ketika 950 tahun Nabi Nuh berada di Armenia, hanya ada sekitar 100 orang miskin yang menjadi pengikutnya. Hal ini dimanfaatkan para pembesar bangsa Aremia untuk mengejak Nabi Nuh. Mereka berkata, “kami mau menjadi pengikutmu, asalkan orang-orang miskin harus diusir dari Aremia.”

Nabi Nuh mnejawab dengan tegas, “semua orang sama dan memiliki hak yang sama untuk tinggal di bumi Allah SWT.”

Perkataan Nabi Nuh ini membuat para pemuka bangsa Aremia marah.

Menghadapi semua ini, lantas Nabi Nuh berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hidayah. Melalui malaikat Jibril Allah SWT mengabulkan permintaan tersebut. Jibril berkata, “ Tanamlah benih pohon surga ini dan buatlah perahu ketika pohon sudah besar nanti, nanti akan menyelamatkanmu dan kaummu.”

Benih yang ditanam Nabi Nuh cepat sekali tumbuhnya mnjadi pohon besar. Nuh mengumpulkan kaumnya, lalu mengajaknya membuat perahu. Banyak sekali cecian dan ejekan yang mengatakan Nabi Nuh dan kaumnya gila. Tatapi, mereka tetap tabah hingga perahu selesai dibuat.

Setelah itu, datanglah Azab Allah menimpa masyarakat Armenia barupa babjir yang sangat besar. Nabi Nuh bersama kaummnya selamat dengan mengendarai perahu tersebut.

Nantikan kisah-kisah anak menarik lainnya!

author