Menanamkan Kebiasaan Menyikat Gigi Dalam Keluarga

Gigi merupakan anugerah Tuhan yang tak ternilai harganya. Fungsi utama gigi adalah untuk mengunyah makanan (membantu dalam proses pencernaan). Selain itu, gigi juga memiliki nilai estetika tersendiri. Maksudnya adalah, g igi yang terawat akan membuat penampilan lebih oke. Sebaliknya, gigi yang rusakmembuat penampilan buruk dan terkesan jorok.

Oleh karena itu, gigi harus senantiasa dirawat. Organ pencernaaan ini tentu akan digunakan setiap saat, sehingga perlu juga dirawat setiap saat. Salah satu cara merawat gigi adalah dengan rajin gosok gigi.Gosokgigi ternyata perlu juga diajarkan sejak kecil agar menjadi terbiasa.

Menanamkan kebiasaan menyikat gigi tentu bukan hal yang mudah. Karena kegiatan yang harus rutin dilakukan ini berhubungan dengan air, yang mungkin saja sudah malas dilakukan di malam hari, apa lagi saat sudah mengantuk. Oleh karena itu, perlu strategi mengajarkan anak untuk menyikat gigi sebagai berikut:

  • Nasihati anak akan pentingnya menyikat gigi

Misalnya saja dengan mengatakan bahwa banyak kuman jahat yang ada dimulut jika tidak dibersihkan. Nanti akibatnya gigi akan berlubang dan sakit. Adek nanti kalau sakit tidak bebas makan makanan yang disukai, juga tidak bisa maen bersama teman-teman.

  • Contohkan anak kebiasaan menyikat gigi

Bukan hanya mengajarkan cara menyikat gigi, namun juga menerapkan rutinitas menggosok gigi. jangan malah orang tua malas menggosok gigi. Hal ini dapat dijadikan alasan anak untuk malas juga.

  • Temani dia menggosok gigi

Menggosok gigi bersama anak akan menjadikan anak terbiasa melakukan aktivitas ini. Lakuakn dengan cara-cara yang seru.

  • Beri hadiah

Anak-anak sangat menyukai hadiah. Maka janjikan ke si kecil untuk memberinya hadiah jika dia menggosok gigi rutin dalam kurun waktu tertentu.

Untuk membuat anak memiliki kebiasaan baik, seperti menggosok gigi, Anda tidak perlu terlalu memaksanya. Cukup dengan rutin melakukannya sehingga dapat dijadikan contoh. Simak juga tips-tips menanamkan kebiasaan baik pada anak lainnya.

author