Menebar Cinta, Menghindari Kerusakan Otak

Mencintai sangat baik bagi otak. Bawaan manusia antara lain adalah need affection, kebutuhan akan kasih, sayang, dan cinta dalam kehidupan hariannya. Cinta yang paling baik adalah memberi daripada menerima. “Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah”, kata sebuah pepatah. Pepatah ini memberi inspirasi kepada kita untuk lebih banyak memberi daripada meminta. Cinta yang tulus, keramahtamahan, dan kejujuran sangat ampuh melawan stres yang merusak otak. Stres dapat merangsang pengeluaran hormon stres yang berpotensi merusak tubuh. Banyak penelitian otak yang membuktikan bahwa pengeluaran zat kimia ini dapat dihambat dengan perasaan yang penuh cinta dan kasih sayang.

Tiga sifat yang sangat ampuh merusak otak adalah iri, serakah,dan sombong. Ini adalah sumber gangguan kejiwaan yang secara organik dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi zat kimia otak. Pikiran negatif juga merusak otak dengan cara yang sangat ampuh.

Beberapa penelitian berhasil menguak kaitan antara kondisi spiritual dan gangguan jiwa. Orang-orang yang secara spiritual tidak sehat, seperti gampang bermusuhan dengan orang orang (hostility), mudah marah, pendendam, tidak punya rasa maaf, gampang tersinggung, sinis, dan iri-cemburu yang kronis, umumnya mengalami rasa tidak nyaman dalam hidupnya. Rasa tidak nyaman ini berlangsung terus-menerus dapat mengakibatkan gangguan jiwa.

Mencintai, Cara Menghindari Kebusukan Hati :

Kebusukan yang identik dengan kejelekan adalah hati yang busuk. Hati yang busuk justru menimbulkan kesengsaraan batin. Bagaimanakah menghindari hati yang busuk? Dengan menebar cintalah jawabannya. Sebab cinta itu bisa membersihkan hati , selalu berusaha melakukan hal-hal yang baik. Menebar cinta, membuat kita berpikiran jernih. Pikiran juga perasaan manusia, adalah kekuatan batin yang tidak terbatas.

Dalam perkembangan otak manusia, lokasi pikiran (pada daerah otak disebut cortex prefontalis) merupakan perkembangan paling akhir dari isi batok kepala makhluk hidup. Pikiran yang bersih akan membuat dunia menjadi bersih. Pikiran yang kotor akan membuat dunia menjadi kotor renungkanlah bagaimana kita mengontruksi pandangan kita tentang dunia dan orang di sekitar kita. Jika isi pikiran kita mengandung rasa negatif terhadap semua hal, maka semua hal di sekitar kita akan menjadi ancaman. Nah, jika kita menebar cinta dan kebaikan, apapun yang ada di sekitar kita pasti bernilai baik, sekalipun itu sebuah bencana. Perlu diketahui, dalam psikoneuroimunologi (sebuah disiplin ilmu) menyatakan bahwa pikiran kita bias mempengaruhi sel-sel syaraf (neuron) dan system kekebalan tubuh (imunitas). Karena itu, satu-satunya jalan untuk dapat hidup secara baik adalah menjinakkan, menjernihkan, mengembangkan terus-menerus ke arah yang baik, isi dan cara kita berfikir. Mulailah menebar cinta dari sekarang. Menebar cinta kepada Yang Maha Agung, keluarga, teman, alam, bahkan kepada “sang belahan jiwa”. Juga terhadap pekerjaan.

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(disarikan dari Buku Brain Management karangan Taufik Pasiak)

author