Mengatasi Susah BAB Pada Anak

No comment 706 views

Bukan hanya orang dewasa atau wanita hamil, anak-anak juga bisa mengalami sembelit atau susah BAB. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan anak mengalami masalah usus atau lambung hingga masuk ke ruang gawat darurat ,ternyata memiliki masalah konstipasi.

Konstipasi memang bukan penyakit atau masalah yang berbahaya, namun bisa membuat anak kesakitan dan tidak nyaman.karena itu jika anak mengalami konstipasi, segera lakukan hal berikut :

1. Berikan makanan yang kaya serat Perhatikan pola makan anak beberapa hari terakhir, apakah anak tak banyak mengkonsulsi sayur dan buah. Jika ya, maka itulah penyebabnya. Cobalah untuk menambahkan sayur dan buah dalam makanan mereka. Hindari keju atau daging olahan untuk sementara.

2. Tambahkan cairan Anak-anak terkadang susah di suruh banyak minum. Jika anak mulai susah BAB, berikan jus buah pada mereka, seperti jus apel atau pear. Tambahkan asupan cairan mereka dengan air putih.

3. Latih anak gunakan toilet Para ahli di The Mayo Clinic menyarankan orang tua untuk mengajak anak mereka duduk di toilet selama lima sampai 10 menit dalam rentang waktu 30 menit setelah makan, setiap hari.

4. Olahraga Mengajak anak untuk bergerak secara fisik dan berolahraga adalah cara alami untuk membuat usus bergerak dengan alami. Selain membuat tubuh bugar, cara ini juga bisa membantu melancarkan proses pencernaan.

5. Memberikan makanan probiotik Meski terdapat beberapa pertentangan mengenai efektivitas makanan probiotik untuk anak, namun makanan yang mengandung bakteri baik dalam usus tentu bisa membantu anak mengatasi sembelit.

6. Mandi air hangat Cara ini mungkin terlihat tak berkaitan dengan sistem pencernaan. Namun mengajak anak mandi air hangat bisa membuat otot-otot menjadi lebih santai dan membuat anak lebih lancar buang air besar.

Ketika anak mengalami sembelit, sebaiknya lakukan cara-cara alami di atas terlebih dahulu. Jangan terburu memberikan anak obat. Sebelum menggunakan obat sembelit yang ada di toko, ada baiknya untuk memeriksakan anak ke dokter terlebih dahulu.

author