Mengenal Ciri Anak Autis Sejak Di Dalam Kandungan

Autisme adalah cacat yang dialami terutama dalam hal perkembangan hidup yang pastinya sangat berpengaruh kepada kemampuannya dalam berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain. Bahkan, si penderita juga kurang memahami tentang dunia mereka sendiri walau tidak menutup kemungkinan jika ia juga mampu hidup secara bebas dalam artian mengerti. Adapun autis ini terjadi dikarenakan kelebihan atau kekurangan kepekaan terhadap sentuhan, rasa, bau, cahaya atau pun warna.

Tidak dipungkiri jika sebuah fakta menyatakan bahwa anak bisa saja terserang autis. Terlebih, pada saat masa hamil dimana ibu hamil mengkonsumsi obat-obatan tanpa persetujuan dokter. Atau, bisa juga karena tak menjaga makanan yang diasup selama masa kehamilan. Meskipun demikian, ada tindakan yang dapat dilakukan untuk mengetahui atau mendeteksi janin. Nakmun, mengenal ciri anak autis merupakan awal yang baik.

Ciri Anak Autis : Kenali Dini Melalui Tes Kehamilan

ciri anak autisDi era serba canggih terutama di dunia kedokteran membuat para ibu hamil dengan mudah mengetahui perkembangan si kecil termasuk mendeteksi gejala anak autis. Caranya cukup mudah, yaitu dengan meneliti kandungan hormon testosteron atau biasa disebut hormon laki-laki di dalam kandungan. Jika kandungan terkena hormon tersebut dengan jumlah yang tinggi, maka resiko anak menjadi autis sangat rentan terjadi.

Untuk itu, sangat disarankan menjaga kehamilan dengan melakukan hal yang dianjurkan oleh dokter. Hindari menggunakan sembarangan obat yang bisa jadi menyebabkan infeksi pada kehamilan yang beresiko munculnya gejala autis. Atau, bila sering mengalami pendarahan sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Memang, satu kondisi dimana tak seorang pun yang menginginkannya namun bukan berarti para orang tua terkesan tidak peduli. Karena bagaimana pun anak merupakan buah hati yang dititipkan oleh Sang Pencipta yang pastinya harus dijaga dan dirawat. Untuk itu, bersikap kooperatif akan lebih menciptakan ikatan emosional yang kuat sehingga anak tak merasa memiliki kekurangan.

Bergabung dengan satu komunitas juga memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan si kecil. Biasanya, mereka akan saling memberi informasi yang berguna dengan tujuan agar anak mendapat hak yang sama layaknya anak normal lainnya. Jadi, jangan patah semangat jika anak memiliki ciri anak autis ya bu.

author