Mengenal Jenis Pup Bayi

No comment 1038 views

Kondisi kesehatan bayi sebaiknya memang harus dipantau secara terus menerus karena terkadang terjadi perubahan yang begitu cepat. Nah, salah satu cara untuk mengetahui apakah si kecil sehat atau tidak, maka melihat bentuk BAB adalah metode yang tepat. Dengan begitu, akan diketahui secara pasti apakah sistem pencernaannya terganggu atau tidak. Selain itu, dengan mengetahui frekuensi bayi untuk BAB hingga jenis pup bayi, maka orang tua bisa mengetahui apakah jenis makanan yang diberikan tepat untuk dikonsumsi atau tidak.

Umumnya, jenis pup bayi yang berwarna kuning serta lembek adalah kasus biasa yang sering terjadi pada bayi yang baru diberi ASI eksklusif. Nah, di kondisi tertentu kotoran si kecil bisa berubah seiring dengan kesehatan yang dialami oleh bayi. Apa saja jenis kotoran yang wajib diwaspadai? Berikut ini penjelasan singkatnya tergantung dari jenis makanan yang dikonsumsi.

Dikarenakan Susu Formula

jenis pup bayiUmumnya, jenis pup bayi jika diberi susu formula akan menghasilkan BAB yang berbentuk seperti selai kacang dengan warna yang bervariasi. Warna-warna tersebut biasanya hijau kecoklatan, coklat kekuningan atau warna coklat cerah. Untuk baunya sendiri, biasanya bayi yang diberi susu formula akan lebih bau dibandingkan dengan diberi susu ASI.

Dikarenakan Makanan Padat

Seiring bertambahnya usia, maka si kecil akan dikenalkan dengan yang namanya makanan padat. Tentu, ibu akan langsung melihat perubahan pada BAB-nya yang berwarna hijau kecoklatan dan lebih kental. Namun, dari segi tekstur masih terbilang lembek. Bagaimana dengan baunya? Tidak sedikit para ibu yang harus menutup hidung.

Dikarenakan Makanan Tidak Dicerna Dengan Sempurna

Makanan padat yang diberikan kepada bayi kerap tidak dapat dicerna dengan sempurna. Alhasil, pada sisa BABnya masih terdapat sejumlah makanan yang masih utuh. Meskipun demikian, tak perlu terlalu khawatir karena kondisi ini kerap terjadi jika saat mengunyah makanan tidak berlangsung sempurna. Namun, sebaiknya mengunjungi dokter jika hal ini masih sering terjadi.

Jadi, dengan mengetahui jenis pup bayi, para orang tua tak perlu menduga-duga apakah kondisi kesehatan si kecil sehat atau tidak.

author