Mengenali Gejala Anak Mengalami Kesulitan Belajar

Ketika melihat anak dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik dan mampu bersosialisasi dengan baik, maka orang tua akan merasa tenang dan lega. Akan tetapi, setelah memasuki bangku sekolah, mungkin ada yang berhasil dalam akademiknya, namun ada juga yang mengalami kesulitan dan prestasinya jelek. Hal ini mungkin saja merupakan gejala anak mengalami kesulitan belajar.

Sebelum mengetahui gejala kesulitan belajar, sebaiknya kita memahami dulu arti dari kesulitan belajar itu sendiri. Amanda (2012) mendefinisikan kesulitan belajar sebagai gangguan yang menyebabkan anak tidak mampu untuk menyelesaikan tugas atau keterampilan tertentu jika ia belajar secara konvensional. Sekitar 5-10% anak di dunia mengalami gangguan belajar.

Kapan Bunda harus mencurigai kesulitan belajar anak? Jika Bunda mendapati anak dengan kemampuan intelektual yang mencukupi namun prestesi akademiknya buruk. Misalnya saja mereka mengalami kesulitan membaca, mengeja, menulis, berhitung, serta menguasai keterampilan lainnya.

Gejala-gejala anak yang mengalami kesulitan belajar bermula ketika anak harus berusaha keras belajar untuk mengejar ketertinggalannya. Hal tersebut membuatnya lelah dan jenuh. Akhirnya mereka merasa takut dan cemas terhadap sekolah yang berujung pada aktivitas-aktivitas seperti mengganggu teman sebelah, bercanda berlebihan, serta membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

cerdas

Jika kesulitan belajar pada anak tidak segera diidentifikasi, maka hal ini akan treus berlanjut. Akibatnya anak akan ketakutan dan bosan sekolah. Inilah yang menyebabkan anak memilih untuk putus sekolah. Oleh karena itu, pengenalan gejala dan jenis-jenis kesulitan balajar perlu untuk menentukan langkah untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut.

author