Mengenalkan Matematika Melalui Benda-Benda yang Dekat dengan Kehidupan Anak

Matematikamerupakan ilmu hitung yang masih sering dianggap sulit untuk anak. Sebenarnya, sulit atau tidaknya matematika di benak anak juga tergantung dari bagaimana matematika itu disampaikan. Cara mengajarkan matematika yang abstrak serta tidak dekat dengan kehidupan sehari-hari tentu saja mengurangi ketertarikan, bahkan menambah ketakutan anak terhadap matematika. Hal ini rasional karena matematika merupakan ilmu pasti yang merupakan kumpulan simbol-simbol yang sulit dimengerti bagi sebagian orang.

disiplin1

Anak memiliki berbagai tahap tumbuh kembang serta cara berfikir, yang oleh piaget digolongkan dalam empat tahap, yaitu tahap sensori motorik (0-2th), tahap pra-operasional (2-7th), tahap operasional konkret (7-12th), serta tahap operasional formal (diatas 12th). Pada tahap operasional konkret anak-anak telah mampu memahami matematika melalui simbol dan dengan bantuan benda-benda konkrit. Baru pada usia operasional formal anak dapat menghitung atau memahami matematika melalui pemikiran abstrak.

Nah, untuk anak usia 7 tahun kebawah, pola pikir mereka masih sangat bergantung pada benda-benda konkrit. Untuk itu Bunda harus tahu cara mengenalkan matematika pada anak-anak, yang salah satunya adalah dengan mengenalkan pendekatan matematika dengan benda konkrit disekitar. Misalnya saja Bunda menyediakan 3 apel, lalu menghitungnya. Setelah itu apel dapat ditambahkan atau sikurangkan, lalu kembali menghitungnya bersama si buah hati. Atau Bunda dapat menggunakan benda-benda lain yang menarik perhatian Si Kecil.

 

 

author