Mengubah Tragedi Menjadi Kemenangan

No comment 715 views

 

Kebanyakan orangtua dengan kemampuan khusus selalu berusaha untuk menurunkan ilmu dan keahlian khususnya kepada anak-anaknya, sehingga ilmu dan pengetahuan itu tidak hilang begitu saja dengan sia-sia. Bukan hanya menghindari hilangnya suatu ilmu dan ketrampilan tapi lebih penting lagi yaitu makna dan manfaat dari pengetahuan dan produk dari ketrampilan itu sering sangat berguna bagi banyak orang.

Bertahun-tahun lampau ada seorang ayah sedang mengajarkan kepada anaknya yang baru berumur Sembilan tahun untuk membuat sepatu sebagai persiapan agar anak itu pun memiliki ketrampilan membuat sepatu dan sebagai penghasilannya kelak. Namun suatu hari pisau yang dipakai untuk memotong bagian-bagian dari sepatu tersebut jatuh dari meja dan terpental mengarah kepada wajah si anak dan ternyata melukai mata anaknya. Betapa sedih hati mereka sekeluarga mengalami tragedi seperti itu dan pada saat itu belum ada teknologi pengobatan mata secanggih sekarang, tragedi itu berlanjut malah dalam proses pengobatan kedua mata anak itu sekaligus harus mengalami kebutaan permanen. Hal-hal yang tak terduga seperti itu seringkali menjadi sebuah tragedi yang memilukan untuk sementara waktu bahkan bisa berdampak seumur hidup, sebagian orang mungkin tidak sanggup menerima dan hancur dalam penyesalan.

Namun ayah anak tersebut memasukkan anaknya ke sekolah khusus untuk orang buta dan disana anak itu belajar embaca dengan menggunakan balok-balok kayu yang diukir dalam bentuk-bentuk  huruf latin. Balok itu besar, berat dan sulit untuk dipegang sehingga memerlukan waktu dan tenaga untuk terbiasa menggunakan alat-alat tersebut untuk membaca.  Anak itu terbiasa bekerja dengan ayahnya yang terampil membuat sepatu dan anak itu mungkin sudah memiliki suatu ide kreatif untuk membuat sesuatu dengan peralatan-peralatan ayahnya. Ia berpikir bahwa pasti ada cara lain yang jauh lebih mudah agar orang buta dapat membaca degan lancar dan efektif.

Selama bertahun-tahun ia mencoba mencari ide dan ingin mengembangkan cara membaca bagi orang buta dengan membuat titik-titik pada lembaran kertas. Dalam membuat titik-titik lubang pada kertas itu ia menggunakan pisau yang ada di ruang kerja ayahnya dan pisau itu juga yang sebetulnya melukai matanya. Akhirnya anak itu pun berhasil menghasilkan sebuah alat bantu membaca yang sangat ringan dan sangat mudah digunakan oleh setiap orang buta untuk belajar membaca dan sekaligus untuk membuat tulisan-tulisan khusus untuk orang-orang buta. Nama anak tersebut adalah Louis Braille.

Benar sekali kata orang bijak: “Bukan apa yang terjadi pada Anda yang membuat perbedaan penting, namun bagaimana Anda bersikap dan menangani  apa yang terjadi pada Anda yang membuat perbedaan.  Banyak orang yang mengalami tragedi yang mungkin tidak mengakibatkan cacat fisik permanen, sebagian orang hanya mengalami kerugian financial namun berakhir dengan rasa frustasi dan bahkan kelumpuhan mental.

Apa yang terjadi jika Louis Braille tidak mengalami tragedi? Apakah teknik membaca Braille akan tercipta di dunia ini? Mungkin saja akan ada orang lain yang menciptakan sesuatu, tetapi belum tentu secanggih dan sebagus milik Louis Braile. Karya Braile telah menjadi berkat luar biasa bagi banyak orang orang buta di dunia ini dan karyanya telah dipakai untuk penulisan buku-buku dari berbagai aspek pengetahuan yang ada di dunia ini.

Louis Braille menjadi contoh indah bagaimana mengubah tragedi hidup  menjadi kemenangan.  Di dalam semua penderitaan dan masalah selalu ada peluang untuk menjadi lebih baik dari pada menyerah dan dikalahkan tragedi.  Salam Sukses!

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.

(Sumber : inspirasijiwa.com)

author